Kamis, 18 Agu 2016 15:16 WIB

Solusi untuk Istri yang Suka Buka-buka Ponsel Suami

Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Mbak Wulan, saya mau tanya, istri saya sering sekali membuka-buka ponsel saya. Dia juga menanyakan semua password media sosial dan email saya, bahkan ponsel saya. Kalau saya ganti dan tidak memberitahu dia, dia pasti marah.

Saya khawatir hal ini bisa mengganggu perkawinan kami, jujur saja saya lama-lama jadi emosi juga. Kenapa kok istri seperti tidak percaya sama saya. Padahal usia perkawinan kami sudah cukup lama yakni 4 tahun. Mohon solusi.

Danuar (Pria, 29 tahun)
ridanuarXXXXX@yahoo.com
Tinggi 175 cm, berat 72 kg

Jawaban

Dear Mas Danuar,

Jika hal yang dilakukan istri Anda sudah mulai membuat Anda emosi, berarti memang hal ini sudah mengganggu perkawinan.

Biasanya para istri yang melakukan ini tidak percaya pada dirinya sendiri, tidak mempercayai pasangan, dependen, takut kehilangan, dsb. Bagi Anda yang mengalami, wajar saja kesal karena Anda tidak dipercayai dan dihargai sebagai pasangan dan semakin lama dibiarkan akan membuat Anda sendiri merasa tidak nyaman.

Sebaiknya cari tahu apa yang membuat istri Anda menampilkan sikap insecure tersebut. Misalnya, ia pernah punya pengalaman diselingkuhi oleh pasangan yang terdahulu yang membuat ia menjadi sulit untuk percaya. Atau bisa jadi ada perilaku Anda yang membuat ia merasa perlu mencurigai Anda, meskipun bisa jadi itu hanya persepsi istri Anda saja. Sayangnya, persepsi seringkali dianggap sebagai kenyataan bagi si pemilik persepsi, terlepas dari benar atau tidaknya bagi Anda. Dengan bertanya, ini juga bisa menjadi bahan untuk introspeksi Anda.

Diskusikan apa yang bisa dilakukan dan sampaikan bahwa yang ia lakukan membuat Anda merasa tidak dipercayai. Cari jalan tengah berdua, yang memfasilitasi kebutuhan istri dan Anda untuk tetap memiliki privasi. Buat kesepakatan, misalnya, Anda tidak akan memberikan password, tetapi jika istri mau melihat ia harus meminta ijin pada Anda dan ada Anda disampingnya. Anda hanya akan membuka, jika istri meminta dengan nada yang baik, bukan dengan nada menuduh. Jika istri menemukan hal – hal yang ia pikir/rasa mencurigakan, istri perlu belajar untuk bertanya dan bersikap asertif, bukan reaktif. Ajak istri untuk bisa berpikir mengenai alternatif-alternatif lain yang bisa terjadi.

Jika istri bersikap reaktif, sampaikan bahwa hal inilah yang membuat Anda tidak nyaman. Hal yang tidak ada apa-apa, bisa menjadi masalah karena adanya kesalahpahaman dan Anda tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan. Sampaikan bahwa jika Anda dan pasangan ingin hubungan ini membaik, kalian berdua perlu belajar untuk lebih saling mempercayai dan menghargai.

Belum tentu kesepakatan ini akan membuat Anda dan istri nyaman. Namun, tidak ada perubahan yang selalu menyenangkan. Anda bisa memilih untuk menjadikan ini ajang siapa yang lebih 'benar atau salah' atau menjadikan ini kesempatan Anda berdua untuk berlatih mengelola emosi dan mengelola konflik dengan belajar untuk berkomunikasi dengan asertif. Pilihan ada di tangan Anda.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/ (hrn/vit)