Rabu, 31 Agu 2016 15:07 WIB

Ragu Menikah karena Belum Bisa Move On dari Bekas Pacar

Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Akhir tahun ini saya akan menikah dengan kekasih saya, setelah pacaran 1,5 tahun. Dari grup whatsapp SMA, saya ketemu lagi dengan mantan pacar saya. Kami kebetulan pacaran cukup lama, sekitar 4-5 tahun sampai kuliah. Ternyata sekarang dia juga belum menikah.

Saya jadi galau. Semua persiapan menikah sedang dirampungkan, calon istri saya juga semangat sekali menyiapkannya. Tapi di satu sisi saya seperti tidak ingin melanjutkan proses ini. Saya jadi gagal move on.

Untuk diketahui dulu penyebab kami putus adalah saat itu sibuk dengan kegiatan masing-masing, apalagi kami kuliah beda kota. Sempat nyambung lagi tapi putus lagi dan kemudian hilang kontak 5 tahun terakhir sampai akhirnya bertemu di grup whatsapp SMA.

Calon istri saya orangnya baik, saya nggak mau menyakiti dia. Tapi gimana ya, saya ternyata belum bisa benar-benar melupakan mantan saya. Harus gimana ini Mbak Wulan?

Oky (Pria, 32 tahun)
oky_sanXXXXXXX@gmail.com
Tinggi 171 cm, berat 80 kg

Jawaban

Dear Mas Oky,

Merupakan sesuatu yang wajar jika seseorang mengenang orang yang pernah mengisi hari-hari di masa lalu. Bagaimanapun ia pernah menjadi bagian dari diri kita, dan wajar saja ia akan memiliki tempat yang spesial di dalam diri kita.

Namun, apa yang sebenarnya membuat Anda belum bisa melupakan mantan? Apakah masih ada rasa sayang, atau hanya rasa penasaran? Apakah yang Anda rindukan adalah hanya kenangan berdasarkan ingatan masa lalu, atau apa yang sedang Anda jalani saat ini saat bertemu mantan kembali?

Keraguan untuk meneruskan perkawinan memang biasa muncul, terutama menjelang hari H. Biasanya, akan banyak godaan dan halangan. Pasangan mendapatkan ujian, muncul keraguan, ketakutan, tingkat stres tinggi dan menjadi lebih sensitif, dsb. Salah satu godaan yang cukup besar memang biasanya ketika ada seseorang dari masa lalu datang kembali ke kehidupan masa kini.

Datangnya mantan di saat seperti ini biasanya menimbulkan adanya perasaan nyaman, yang bisa jadi muncul karena kenangan dari masa lalu yang muncul kembali yang seringkali disalahartikan sebagai cinta.

Pertanyaan terpenting yang perlu Anda tanyakan kepada diri Anda sendiri adalah seberapa siap sebenarnya Anda untuk menikah? Tanyakan kepada diri Anda apa yang mendorong diri Anda untuk menikah? Apakah karena memang Anda mencintai pasangan Anda? Atau karena tekanan keluarga, usia, dsb? Godaan dan tantangan akan selalu ada, dengan siapapun Anda menikah.

Bagaimana Anda menyikapi permasalahan yang muncul dalam menghadapi godaan dan tantangan sebelum pernikahan, bisa menggambarkan kesiapan Anda dalam menghadapi dunia pernikahan nantinya.

Pada akhirnya, semua kembali kepada Anda. Pernikahan adalah sebuah pilihan yang dibuat karena adanya kesiapan fisik, finansial serta mental dari kedua pihak yang akan menjalaninya. Adanya kesiapan mental akan membuat Anda sadar bahwa Anda memiliki lebih dari satu pilihan, seperti melanjutkan pernikahan, meninggalkan calon istri dan memilih mantan pacar, atau tidak memilih keduanya. Apapun pilihan Anda, sadari bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensinya dan Anda bertanggung jawab terhadap pilihan yang Anda buat. Selamat berefleksi diri ya.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/ (hrn/up)