detikhealth

Jangan Lupa Kontrasepsi Meski Baru Melahirkan

InspiredKids - detikHealth
Rabu, 02/03/2011 12:37 WIB
Jangan Lupa Kontrasepsi Meski Baru Melahirkan(Foto: thinkstock)
Jakarta, Setelah melahirkan, ovulasi dapat terjadi kapan saja bahkan saat ibu masih menyusukan bayinya. Oleh karena itu, pasangan suami istri yang tidak ingin cepat memiliki keturunan kembali sebaiknya menggunakan kontrasepsi.

Banyak kasus ibu yang masih menyusui kembali hamil yang tentu saja cukup repot untuk kembali mempersiapkan kehamilan dalam waktu yang berdekatan.

Proses kelahiran anak yang sangat menguras tenaga dan emosi dapat membuat ibu yang kembali hamil mengalami kelelahan secara mental, sehingga memerlukan waktu untuk pemulihan kondisi psikologisnya.

Menurut Dr. Sue Edbril dari Departemen Psikologi Harvard Medical School, seperti dikutip Rabu (2/3/2011) sebagian besar dokter memang menyarankan untuk menunda terjadinya hubungan suami istri sampai berlangsungya pemeriksaan 6 minggu setelah kelahiran. Namun, penundaan ini juga harus memperhatikan proses pemulihan ibu dari pendarahan setelah melahirkan (lochia).

Pendarahan yang terjadi biasanya akan pulih antara 2-6 minggu setelah proses kelahiran berlangsung. Namun untuk sebagian ibu, terutama mereka yang menjalani operasi cesar, proses jahitan atau forceps delivery dalam proses melahirkan, pemulihan total baru akan terjadi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Namun begitu sudah siap melakukan hubungan intim, sebaiknya pasangan tidak melupakan kontrasepsi. Untuk pilihan kontrasepsi yang tepat, saran dari dokter sangat dibutuhkan.

Pil kontrasepsi yang mengandung estrogen tidak direkomendasikan untuk digunakan ibu yang masih menyusui, karena kandungan oestrogen dapat mengurangi produksi ASI. Pil yang mengandung pil progestogen juga tidak direkomendasikan, karena sampai saat ini belum diketahui secara pasti efek jangka panjangnya terhadap bayi.

Sampai pemeriksaan 6 minggu setelah kelahiran, alternatif terbaik yang bisa digunakan sebagai alat kontrasepsi adalah kondom, yang dapat digunakan bersamaan dengan gel atau krim kontrasepsi. Saat pemeriksaan 6 minggu setelah kelahiran, diskusikan dengan dokter kemungkingan pemakaian IUD sebagai alat kontrasepsi.

Seks Bagi Ibu Baru

Setiap wanita memiliki jangka waktu yang berbeda untuk dapat merasa nyaman kembali melakukan hubungan seksual setelah melahirkan. Meski banyak pendapat menyebutkan bahwa rasa nyaman untuk berhubungan akan kembali setelah ibu siap secara fisik dan emosional, saran dari dokter sangat diperlukan untuk menentukan kapan waktu yang tepat bagi ibu baru untuk kembali berhubungan dengan pasangan.

Meski demikian, patut diingat bahwa jika ibu telah siap untuk kembali melakukan hubungan seksual, belum tentu pasangan juga telah siap. Pasangan suami istri harus berkomunikasi agar mengetahui tingkat kesiapan kedua pihak dalam melakukan hubungan. Komunikasikan juga masalah lainnya yang dihadapi bersama.

Berhubungan seks kembali memiliki manfaat bagi ibu baru. Hormon yang timbul saat melakukan hubungan akan menimbulkan kontraksi pada uterus sehingga dapat kembali ke kondisi semula. Hubungan seksual juga merupakan sarana yang tepat untuk kembali mendekatkan hubungan emosional dengan pasangan.

Lima Langkah Kembali ke Seks Sehat

1. Menyesuaikan diri dengan kejutan persalinan
Berikan waktu pada diri sendiri agar bisa menerima segala perubahan yang terjadi setelah proses persalinan. Segera cari solusi agar hidup Anda bisa kembali seimbang. Jika memang membutuhkan bantuan orang lain, lakukanlah.

2. Hadapi ketakutan Anda.
Berusahalah untuk segera bisa melupakan rasa sakit pada tubuh Anda akibat persalinan. Lupakan juga rasa takut Anda dengan cara berkomunikasi dengan pasangan.

3. Pelajari lagi tubuh Anda.
Berolahragalah untuk bisa segera kembali ke bentuk tubuh semula, dan cintailah tubuh Anda, apa adanya. Agar kehidupan seks Anda bisa kembali normal, lakukan senam pelvic floor, seperti senam kegel.

4. Kesampingkan sebentar ikatan batin ibu-bayi.
Siapkan ruang untuk sang ayah dalam hubungan ibu dengan bayinya. Lakukan secara perlahan, agar Anda dan pasangan sama-sama merasa siap. Biarkan ayah ikut mengasuh bayinya, agar ibu juga bisa memiliki waktu beristirahat dan merasa dihargai dan dicintai.

5. Gairahkan kembali hubungan seks dengan pasangan
Hilangkan perasaan tertekan atau bersalah terhadap si kecil dari benak Anda saat akan melakukan hubungan seks dengan pasangan. Biarkan emosi Anda berdua  mengisi hubungan seks itu hingga bisa terpuaskan dengan bahagia. Bila perlu, rekreasikan malam pertama Anda.

(Baca artikel lainnya di https://www.inspiredkidsmagazine.com)

(ir/ir)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit