detikhealth

Ulasan Khas

2,5 Juta Janin Tiap Tahun 'Menjerit' Karena Dimatikan

Putro Agus Harnowo - detikHealth
Rabu, 30/05/2012 09:02 WIB
2,5 Juta Janin Tiap Tahun Menjerit Karena Dimatikanilustrasi (foto: Thinkstock)
Jakarta, Terjadinya keguguran pada kehamilan disebut dengan abortus atau aborsi. Aborsi bisa terjadi secara alamiah dan maupun buatan. Jumlah aborsi di Indonesia cukup banyak, yaitu terdapat 2,5 juta kasus per tahunnya.

Pada aborsi alami, keguguran bayi terjadi secara tidak disengaja, bisa disebabkan oleh kelainan atau cedera saat kehamilan. Sedangkan aborsi buatan dilakukan untuk tujuan tertentu secara sengaja. Istilah aborsi ini kemudian mengacu pada aborsi buatan, sedangkan aborsi alami disebut keguguran.

Sayangnya, aborsi buatan atau yang akrab disebut aborsi ini diduga jumlahnya juga cukup besar di Indonesia. Berdasarkan sensus Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, diperkirakan jumlah kelahiran di Indonesia adalah sebesar 5 Juta jiwa per tahun dan angka keguguran sebesar 3,5 juta per tahun.

Untuk berapa pastinya angka aborsi di Indonesia saat ini, belum ada data yang benar-benar bisa dianggap valid. Apalagi aborsi tidak dilegalkan di Indonesia kecuali dengan alasan medis. Maka penelitian terhadap klinik-klinik aborsi ilegal tentu sulit dilakukan karena klinik-klinik ini cenderung menutup diri.

"Membicarakan aborsi adalah hal yang sensitif, apalagi karena hukumnya ilegal. Tapi jumlahnya memang cukup banyak sekitar 2,5 jutaan setiap tahun. Jika jumlah ini benar, maka angka aborsi jika dihitung sudah hampir separuh dari angka kelahiran di Indonesia," kata Sudibyo Alimoesa, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN saat dihubungi detikHealth, Rabu (30/5/2012).

Menurut Sudibyo, perkiraan 2,5 juta tersebut merupakan hasil penelitian independen yang dilakukan oleh pribadi atau LSM. Caranya adalah dengan menghitung rata-rata aborsi yang dilakukan beberapa klinik di kota besar Indonesia kemudian mengalikan dengan perkiraan jumlah klinik di Indonesia.

World Health Organization (WHO) pada tahun 2004 memperkirakan ada 20 juta kasus aborsi tidak aman di dunia. Sebanyak 9,5 % di antaranya terjadi di negara berkembang. Di wilayah Asia Tenggara, WHO memperkirakan sebanyak 4,2 juta aborsi dilakukan setiap tahun dan sekitar 750.000 sampai 1,5 juta terjadi di Indonesia.

Beberapa penelitian yang dilakukan pada tahun 2000 menemukan bahwa angka aborsi di Indonesia sebesar 2 juta per tahun. Angka ini terus mengalami kenaikan. Sebuah penelitian yang dilakukan Soetjiningsih pada tahun 2004 memperkirakan angka aborsi di Indonesia mencapai 2,3 juta pertahun. Sekitar 750.000 diantaranya dilakukan oleh remaja.

"Aborsi tidak hanya bisa dilakukan di klinik saja. Beberapa obat yang masuk dalam jenis anti prostaglandin juga dapat diperoleh tanpa resep dokter untuk digunakan menggugurkan kandungan. Makanya, data mengenai jumlah kasus aborsi di Indonesia sulit ditentukan secara tepat," kata Julianto Witjaksono, Deputi KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Pusat.

Hingga saat ini, diyakini angka aborsi di Indonesia mencapai 2 - 2,5 juta per tahun. Angka ini masih simpang siur karena belum ada penelitian yang benar-benar mengulas aborsi secara menyeluruh. Belum lagi kasus aborsi yang dilakukan dengan cara meminum obat atau jamu tanpa bimbingan dokter.
 
 
 
 
(pah/ir)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit