detikhealth

Ulasan Khas Misteri Mati Suri

Mati Suri Paling Banyak Terjadi Saat Sakit Keras dan Kecelakaan

Vera Farah Bararah - detikHealth
Rabu, 01/08/2012 13:30 WIB
Mati Suri Paling Banyak Terjadi Saat Sakit Keras dan Kecelakaanilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta, Sampai saat ini mati suri masih menjadi misteri yang sulit untuk dipecahkan. Namun umumnya mati suri paling banyak terjadi saat seseorang tengah menghadapi sakit keras dan kecelakaan.

Ada banyak definisi mengenai mati suri, salah satunya adalah sebuah pengalaman yang benar-benar hidup yang berasosiasi dengan kesadaran subjek bahwa dirinya keluar dari tubuh fisiknya pada suatu waktu tertentu atau pada saat dirinya terancam akan kematian yang menghampirinya.

Meski begitu dr Manfaluthy Hakim, SpS dari departemen neurologi FKUI saat dihubungi detikHealth dan ditulis Rabu (1/7/2012) menuturkan bahwa secara medis tidak ada hubungannya kondisi sakit keras dan kecelakaan dengan mati suri.

"Pada orang mati suri kemungkinan belum mati otak, tapi henti jantung. Peredaran darah berhenti tapi otaknya masih berfungsi. Nah, kenapa masih berfungsi saya tidak tahu," ujar dr Manfaluthy.

Meski begitu berdasarkan studi yang dilakukan oleh peneliti Amerika dan penulis buku-buku tentang pengalaman mendekati kematian (near death experience) PMH Atwater tahun 1998 menunjukkan kejadian sakit keras atau mengalami kecelakaaan memang kadang membuat orang mengalami mati suri.

Selama lebih dari 20 tahun meneliti fenomena mati suri terhadap lebih dari 3.200 subjek, Atwater menemukan ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi jika seseorang mengalami mati suri.

Kriterianya adalah subjek harus memenuhi salah satu tanda yang menunjukkan bahwa ia sedang sakit berat atau terluka, atau mengalami bentuk-bentuk krisis fisiologis atau kecelakaan.

Berikut ini contoh pengalaman mati suri pada pasien yang mengalami sakit keras atau kecelakaan dan diceritakan dalam buku 'Mati Suri' tersebut yaitu:

Ernest Hemingway (sastrawan) yang terluka oleh pecahan peluru ketika berperang di Italia

Hemingway menceritakan kejadian yang dialaminya pada tahun 1918 setelah ia terluka kena pecahan bom. Ia mati dan merasakan jiwanya atau sesuatu yang berasal dari tubuhnya keluar. Ia mengungkapkan sama seperti ketika orang menarik saputangan sutra keluar dari kantong di salah satu sudut. Ia melayang-layang dan kemudian masuk kembali ke dalam tubuh dan hidup lagi.


(ver/ir)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit