detikhealth

Konsultasi ASI
IKMI

Ikatan Konselor Menyusui Indonesia (IKMI)

Bayi 2 Bulan Kena Breastmilk Jaundice, Apakah Harus Puasa ASI?

Suherni - detikHealth
Jumat, 16/08/2013 14:44 WIB
Bayi 2 Bulan Kena Breastmilk Jaundice, Apakah Harus Puasa ASI?Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta, Saya mau tanya, apakah yang kena breastmilk jaundice harus puasa dari ASI? Soalnya anak saya (2 bulan) bilirubinnya tinggi, divonis oleh dokter kena brastmilk jaundice and harus puasa ASI selama 2 minggu. Terimakasih sebelumnya.

Wita (Perempuan menikah, 32 tahun)
witarXXXXX@yahoo.co.id
Tinggi badan 160 cm, berat badan 48 kg

Jawaban

Dear Ibu Wita,

Sebelumnya izinkan saya memberikan apresiasi yang besar kepada ibu yang begitu semangat memberikan yang terbaik untuk si kecil. Dan mari terus belajar dan bersemangat ya.

Penyakit kuning terjadi karena pembentukan bilirubin di dalam darah, bilirubin merupakan pigmen kuning yang terbentuk dari pemecahan sel-sel darah merah yang sudah tua. Pemecahan sel-sel darah merah tersebut merupakan sesuatu yang normal, namun bilirubin yang terbentuk tidak selalu menyebabkan penyakit kuning karena bilirubin diolah oleh hati dan dikirim ke usus. Bagaimanapun, bayi baru lahir sering mengalami penyakit kuning pada beberapa hari pertama karena enzim di hati yang bertugas mengolah bilirubin relatif belum matang. Ada suatu kondisi yang biasa disebut breastmilk jaundice (sakit kuning karena ASI). Tak ada yang tahu pasti penyebab breastmilk jaundice.

Untuk mendiagnosa hal ini, bayi paling tidak sudah berusia satu minggu, yang menarik adalah, banyak bayi yang mengalami breastmilk jaundice juga mengalami kuning fisiologis yang berlebihan. Breastmilk jaundice mengalami puncaknya pada hari ke 10-21, namun dapat berlanjut hingga dua sampai tiga bulan. Breastmilk jaundice merupakan sesuatu yang normal. Menyusui seharusnya tidak dihentikan, untuk menentukan diagnosis.

Jika bayi benar-benar dalam keadaan baik dengan menyusu saja, tak ada alasan apapun untuk menghentikan menyusui atau memberi tambahan asupan, meskipun asupan tersebut diberikan dengan alat bantu menyusui.

Pemikiran bahwa ada yang salah dengan bayi sakit kuning datang dari fakta bahwa pemberian susu formula pada bayi adalah model yang kita anggap sebagai cara pemberian makan yang normal pada bayi dan kita menyamaratakannya dengan ibu menyusui dan bayi ASI, padahal jelas berbeda. Untuk membantu mencegah kuning tidak bertambah parah, bayi-bayi membutuhkan ASI lebih banyak.
- Mereka harus mulai menyusu sejak dini, segera setelah persalinan.
- Mereka harus sering menyusu, tanpa dibatasi.
- Bayi yang diberi ASI perah harus mendapat 20% ASI perah tambahan.

Pemberian ASI sejak dini sangat membantu, karena memberikan kolostrum. Kolostrum memiliki efek pencahar ringan, yang membantu membersihkan mekonium (kotoran pertama bayi yang berwarna gelap). Bilirubin dibuang melalui kotoran, sehingga kolostrum membantu mencegah sekaligus menyembuhkan kuning.

Demikian, bila masih ada yang kurang jelas bisa menghubungi dokter (yang sudah konselor) untuk mendapatkan penjelasan lebih detail. Terimakasih.

SemangatASI

@Endah Sulist
Konselor Menyusui, Peduli Perempuan dan Anak-anak

(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit