detikhealth

Artikel 18+

Gangguan Ejakulasi

'Sudah Klimaks dari Tadi, Eh Keluarnya Belakangan'

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 18/12/2013 12:47 WIB
Sudah Klimaks dari Tadi, Eh Keluarnya BelakanganFoto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta, Istilah ejakulasi dini (ED) mungkin sudah tak asing lagi bagi para pria. Jika ED dikenal sebagai kondisi di mana ejakulasi terlalu cepat terjadi, maka ada pula kondisi sebaliknya. Kondisi ini dikenal sebagai delayed ejaculation atau ejakulasi tertunda. Apakah itu?

Dilansir Healthline, Rabu (18/12/2013), ejakulasi tertunda merupakan sebuah kondisi ketika dibutuhkan waktu yang sangat lama dan rangsangan seksual yang lebih banyak untuk bisa membuat seorang pria mengalami ejakulasi. Dalam beberapa kasus bahkan bisa saja seorang pria tidak bisa mencapai ejakulasi sama sekali. Apa yang menyebabkan munculnya ejakulasi tertunda?

"Kondisi keluarnya sperma yang terhambat ini bisa disebabkan dari efek samping obat tertentu seperti antidepresi dan antipsikotik. Bisa juga kondisi ini terjadi pada pria yang prostatnya sudah terangkat," ujar Dr Andri Wanananda, MS, seksolog yang tercatat sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), dalam perbincangan dengan detikHealth.

Selain itu, ada beberapa hal lain yang diketahui dapat memicu munculnya ejakulasi tertunda. Di antaranya faktor psikis seperti kecemasan, depresi, komunikasi yang buruk dan kemarahan. Beberapa pria yang memiliki fantasi seksual berlebihan juga kerap mengalami ejakulasi tertunda, sebab realita seksual yang ada dengan pasangan kurang 'memuaskan' baginya. Pria seperti ini bisa ejakulasi selama masturbasi, tetapi justru tidak bisa saat bercinta dengan pasangan.

Meskipun tak menimbulkan risiko medis yang serius, namun kondisi ini bisa menjadi sumber stres jangka panjang dan memicu munculnya masalah pada kehidupan seksual pria dan pasangannya. "Berbahaya karena prianya tidak bisa merasakan kepuasan dan tidak bisa orgasme," lanjut Dr Andri.

Seorang pria dikatakan memiliki ejakulasi tertunda apabila ia membutuhkan lebih dari 30 menit rangsangan seksual untuk bisa orgasme dan ejakulasi. Dalam beberapa kasus, ejakulasi tertunda bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan pada tubuh, seperti penyakit jantung atau diabetes.

Untuk mendiagnosis ejakulasi tertunda, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik. Jika dicurigai ejakulasi tertunda muncul akibat adanya masalah kesehatan kronis lain, maka akan dilakukan pengujian lebih lanjut seperti tes darah dan urine untuk menemukan adanya infeksi dan ketidakseimbangan hormon.

"Nah, karena ini disebabkan oleh drug side effect, maka agak sulit diobati. Cara lainnya adalah dengan mengurangi atau menghentikan konsumsi obat antidepresi atau antipsikotik itu tadi," tutur Dr Andri.

Komplikasi lain yang mungkin bisa menyertai ejakulasi tertunda antara lain menurunnya kenikmatan seksual dan munculnya kecemasan terkait aktivitas. Bagaimana dengan peluang kehamilan pada pasangan? "Untuk peluang kehamilannya juga sulit dong, kecuali kalau memang obat obat tadi itu dikurangi jumlah konsumsinya," terang Dr Andri.

(ajg/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit