detikhealth

Artikel 18+

Gangguan Ejakulasi

Bukannya Menyembur, Sperma Justru 'Atret' Masuk Lagi

Rahma Lillahi Sativa, Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 18/12/2013 13:47 WIB
Bukannya Menyembur, Sperma Justru Atret Masuk LagiFoto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta, Gangguan ejakulasi ternyata tak melulu karena ejakulasinya terlambat atau terlalu cepat. Ada juga gangguan ejakulasi lain yang disebut dengan retrogade ejaculation, yakni ketika sperma tak bisa keluar saat klimaks tapi malah masuk kembali ke kandung kemih.

"Kondisi ini biasanya disebabkan karena gangguan anatomi, terutama bagi pria yang berumur 50 tahun ke atas, lalu adanya gangguan prostat, dan ada juga pengaruh diabetes berupa neuropati atau gangguan pada urat sarafnya," terang Dr Andri Wanananda, MS ketika dihubungi detikHealth dan ditulis Rabu (18/12/2013).

Namun dr Andri menambahkan sperma yang 'atret' saat orgasme ini paling kerap ditemukan pada pria-pria penderita gangguan prostat. Urutan kedua diduduki pengidap diabetes yang terpaksa harus mengalami kondisi ini karena neuropati yang dialaminya.

Neuropati merupakan lesi atau kerusakan sarat tepi pada seseorang akibat proses penuaan, efek penyakit tertentu dan trauma pada saraf. Gejala paling umum adalah mati rasa dan kesemutan tanpa alasan yang jelas.

Dan pada pasien diabetes, jika saraf otonomnya terkena neuropati, dapat dipastikan ia akan sering beser atau kehilangan kontrol terhadap kandung kemih dan organ di sekitarnya, sehingga wajar jika kemudian mereka rentan mengalami impotensi atau penis tak bisa berdiri meskipun dirangsang.

"Secara umum 10 persen pasien yang didiagnosis dengan diabetes itu pasti (terkena) neuropati. Bahkan walaupun diabetnya sudah terkontrol, gula darahnya tidak tinggi lagi, tidak otomatis neuropatinya sembuh," tegas Prof. Dr. dr. Samekto Wibowo, Sp.S., Sp.Fk(K)., Ketua PERDOSSI cabang DIY dan sekitarnya, dalam acara temu media bertajuk 'Konsumsi Vitamin Neurotropik Sejak Dini Cegah Neuropati' bulan lalu.

Prof Samekto juga mengingatkan jangankan diabetesnya, faktor risiko diabetes seperti gula darah tak terkontrol dan obesitas saja sudah bisa memicu neuropati.

Beruntung dr Andri mengatakan kondisi ini tidaklah begitu berbahaya. "Kalau dikatakan berbahaya itu relatif ya untuk masing-masing orang. Yang pasti pria yang mengalami kondisi ini dia tidak bisa menikmati hubungan seksualnya," tutupnya.

Untuk mencegah neuropati sendiri disarankan melakukan perbaikan gaya hidup seperti menjaga pola makan dan rutin berolahraga serta mengonsumsi vitamin neurotropik yang terdiri atas vitamin B1, B6 dan B12 satu kali dalam sehari secara teratur, tentu saja di samping pemeriksaan gangguan saraf secara berkala.

(vit/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit