detikhealth

Sering Banjir dan Suhu Panas, Perubahan Iklim Bantu Penyebaran Nyamuk

Firdaus Anwar - detikHealth
Kamis, 21/08/2014 14:46 WIB
Sering Banjir dan Suhu Panas, Perubahan Iklim Bantu Penyebaran Nyamuk
Jakarta, Pemanasan global membuat iklim dan cuaca di dunia mengalami perubahan. Akibat cuaca yang tidak menentu, penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria yang erat kaitannya dengan curah hujan pun mengalami perubahan pola penyebarannya.

Dr Sonny P. Warouw, SKM, Mkes, dari Direktorat Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan mengatakan iklim sangat berperan penting terhadap air dan suhu suatu wilayah. Cuaca dan air merupakan faktor penting dalam siklus hidup nyamuk pembawa penyakit.

Hujan yang datang tiba-tiba dapat menyebabkan tempat berkembang biak nyamuk semakin banyak sehingga kejadian penyakit juga jadi semakin tinggi. Akan tetapi cuaca hujan yang ekstrim akibat perubahan iklim, tidak jarang mengakibatkan banjir. Sonny mengatakan hal ini akan semakin memperparah penyebaran karena telur nyamuk akan terbawa arus air ke wilayah yang lebih luas.

"Waktu banjir, itu biasanya DBD dan Malaria malah tidak ada karena dia terbuang, tergelontor. Tapi begitu dia mulai pancaroba beberapa minggu kemudian itu nyamuknya tambah banyak," ujar Sony saat ditemui pada seminar nasional Adaptasi Perubahan Iklim Sektor Kesehatan di Hotel Santika, TMII, Jakarta Timur, Kamis (21/8/2014).

Telur nyamuk yang hanyut akibat banjir ke daerah kering dapat bertahan selama tiga bulan dalam keadaan tidak aktif. Namun saat kemudian ada air, nyamuk dapat menetas dengan nafsu makan yang tinggi.

Selain karena banjir, Sonny mengatakan suhu juga berperan dalam penyebaran nyamuk. Ukuran nyamuk sekarang relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya sehingga jangkauan terbang nyamuk semakin jauh. Dengan jangkauan terbang yang lebih jauh, nyamuk dapat menyebar ke wilayah yang lebih luas.

"Nyamuk kalau kondisi lingkungannya tidak sesuai dia akan pindah cari tempat yang sesuai. Misalnya di Padang. Dulu di Bukit Tinggi tidak ada nyamuk anopheles, sekarang ada. Berarti ada migrasi mungkin dari pesisir karena sudah terlalu panas di situ terus dia migrasi mencari tempat yang sesuai dengan kenyamanannya," papar Sonny.

(up/up)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit