detikhealth

Sehat dengan Raw Diet

Prioritaskan Asupan Alami, Ini Efek Positif Raw Diet Terhadap Enzim Tubuh

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Rabu, 11/03/2015 11:04 WIB
Prioritaskan Asupan Alami, Ini Efek Positif Raw Diet Terhadap Enzim Tubuhilustrasi: Thinkstock
Jakarta, Masih banyak orang yang sulit membedakan antara beberapa jenis diet dan kelebihannya, seperti Diet Paleo atau Diet Mayo. Nah, selain membantu menyehatkan tubuh dengan konsumsi bahan alami, apa lagi manfaat lain dari raw diet terhadap tubuh?

Definisi raw diet sendiri merupakan pola makan dengan mengonsumsi sayuran, buah, rerumputan, tanaman liar yang bisa dimakan, kacang, biji-bijian dan umbi, serta bahan-bahan lainnya. Cara mengolahnya difermentasi secara mentah atau tidak dimasak melebihi sekitar 42-45 derajat Celcius.

Salah satu keistimewaan dari raw diet adalah tidak mematikan enzim. Faktanya tubuh kita membutuhkan enzim untuk membantu mencerna makanan. Secara alami, tubuh juga memproduksi enzim namun dibutuhkan lebih banyak energi.

Baca juga: Segar dan Langsing dengan Raw Diet, Apa Itu?

"Tubuh bekerja ekstra setiap harinya untuk menjalankan segala fungsi organ, dan salah satunya adalah membuat enzim dan mencerna makanan. Makanya biasanya setelah makan, apalagi makan makanan yang berat misalnya banyak karbohidrat atau banyak sumber hewaninya, kita menjadi lelah dan mengantuk. Tetapi dengan mengonsumsi raw food kita tidak akan mengalami efek samping tersebut," papar Deasi Srihandi.

Salah seorang praktisi raw diet di Indonesia ini mempercayai bahwa tubuh manusia hanya memiliki enzim dengan jumlah terbatas. Oleh sebab itu, ketika enzim sangat berkurang, fungsi organ tubuh tidak akan maksimal dan akan mempercepat penuaan dini.

Seperti ditulis detikHealth pada Rabu (11/3/2015), meskipun tak harus dikonsumsi dalam kondisi benar-benar mentah 100 persen, namun dibandingkan dengan makanan yang dimasak jenis asupan untuk raw diet ini memiliki pH rata-rata basa.

"Makanan akan memengaruhi pH tubuh kita, jika pH tubuh kita asam maka tubuh akan mudah terkena penyakit. Memasak atau memanaskan akan menghilangkan banyak vitamin pada makanan. Mengonsumsi makanan yang sudah 'mati' seperti mengonsumsi sumber kehidupan yang mati dan kita jadi tidak merasa 'hidup'. Tidak merasakan the real life energy," tutur wanita yang telah menerapkan raw diet sejak 7 tahun terakhir ini.

Baca juga: Dibandingkan dengan Makanan yang Dimasak, Raw Diet Tidak Aman?

(ajg/fds)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit