detikhealth

Sehat dengan Raw Diet

Tak Perlu 'Tersiksa', Terapkan Raw Diet Tak Harus Makan Makanan Mentah

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Rabu, 11/03/2015 14:37 WIB
Tak Perlu Tersiksa, Terapkan Raw Diet Tak Harus Makan Makanan Mentahilustrasi: Thinkstock
Jakarta, Meskipun meyakini raw diet baik untuk diterapkan karena mengonsumsi asupan-asupan yang lebih alami dan tidak diproses secara berlebihan, sebagian masih ragu untuk menerapkannya karena tak mau 'tersiksa' makan makanan mentah. Bagaimana faktanya?

Definisi raw diet sendiri merupakan pola makan dengan mengonsumsi sayuran, buah, rerumputan, tanaman liar yang bisa dimakan, kacang, biji-bijian dan umbi, serta bahan-bahan lainnya. Cara mengolahnya difermentasi secara mentah atau tidak dimasak melebihi sekitar 42-45 derajat Celcius.

"Raw diet itu bisa dibilang sama saja dengan makanan yang dimasak jika dipandang dari sisi aman tidaknya tercemar kuman atau bakteri dan sejenisnya. Tergantung cara kita menjaga higienitas makanan dan cara menyiapkannya, termasuk juga paling baik jika kita peduli dengan cara budidaya makanan yang kita makan," papar salah seorang praktisi raw diet, Deasi Srihandi.

Baca juga: Agar Bakteri dan Parasit Tak Ikut Termakan, Ini yang Perlu Diwaspadai

Kepada detikHealth, Rabu (11/3/2015), Deasi menjelaskan bahwa raw food meskipun mentah namun bukan berarti semua bahan makanan dimakan langsung layaknya seperti memakan lalapan. Dalam mengolah bahan raw food, tetap diperbolehkan untuk memberi bumbu seperti rempah, garam, dan pemanis alami agar makanan menjadi lebih lezat.

"Sama sekali bukan hanya seperti lalapan, justru raw food itu sangat lezat dan sangat bervariasi kalau menurut saya. Makanan raw food seperti halnya makanan yang dimasak bisa diberi bumbu rempah, garam, pemanis alami. Bisa juga dimodifikasi secara bentuk menjadi misal sup, salad, lasagna, brownies, cake, es krim, roti, sandwich, burger dan masih banyak lainnya," lanjutnya.

Prinsip dalam mengolah raw food diungkapkan Deasi adalah tidak dipanaskan melebihi 45 derajat Celcius. Jadi misalnya makanan tersebut ingin dikukus sebentar, maka tidak akan menjadi masalah dan boleh-boleh saja.

"There’s no right or wrong, this way or that way, my way or high way, everybody should follow their own path, their own way. Jangan terburu-buru untuk menjadi raw foodie atau harus menetapkan menjadi raw foodie 100 atau 90 persen, tapi ambillah tahapan yang paling nyaman untuk diri Anda, kecuali Anda ingin sembuh dari sesuatu penyakit, maka mungkin, Anda harus lebih serius untuk menikmati raw food," pesan Deasi.

Baca juga: Prioritaskan Asupan Alami, Ini Efek Positif Raw Diet Terhadap Enzim Tubuh

(ajg/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit