detikhealth

Ini Pingelap, Pulau Dengan Penduduk yang Buta Warna

Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 07/10/2015 12:35 WIB
Ini Pingelap, Pulau Dengan Penduduk yang Buta WarnaFoto: BBC
Jakarta, Pingelap adalah sebuah pulau di tengah Lautan Pasifik yang memiliki sebutan pulau buta warna. Nama itu muncul karena banyak penduduknya yang mengidap kondisi buta warna penuh.

Di belakang mata terdapat dua sel yaitu sel kerucut dan sel batang yang membantu seseorang untuk membedakan warna. Pada orang yang buta warna penuh sel kerucutnya tak berfungsi dengan baik sehingga ia hanya bisa melihat dunia hitam putih.

Herrol adalah salah satu warga Pingelap yang mengidap buta warna dan ia bercerita kondisi tersebut membuatnya kesulitan untuk beraktivitas di siang hari. Sinar matahari yang terik membuat mata Herrol sakit melihat pemandangan sekitar, seperti melihat foto hitam putih yang terekspos cahaya berlebih.

Baca juga: Buta Warna Parsial Bisa Diatasi Lensa Kontak Ciptaan Peneliti Asal Pontianak

"Saya kesulitan pergi ke luar rumah di bawah sinar matahari. Ketika cahaya terik saya tak bisa bekerja karena tak bisa lihat apa-apa," ujar Herrol yang berprofesi sebagai nelayan dikutip dari BBC pada Rabu (7/10/2015).

Tak ada yang tahu penyebab pasti mengapa sampai 10 persen penduduk Pingelap memiliki buta warna penuh. Satu teori yang ada adalah ketika tahun 1780 tsunami besar menyapu pulau dan menyisakan sekitar 20 orang termasuk sang raja. Diyakini raja ini yang jadi sumber penyebar kecacatan genetik buta warna ke banyak keturunannya.



Letak pulau yang terpencil dan keyakinan yang kuat untuk menolak perkawinan dengan orang luar membuat kolam genetik yang ada relatif kecil. Hal ini membuat mutasi bisa tetap ada hingga sekarang.

Meski buta warna ini merupakan kecacatan, namun bagi Herrol dan teman-temannya kondisi tersebut menguntungkan mereka sebagai nelayan. Di malam hari dengan hanya bantuan obor ia bisa melihat dengan jelas ikan-ikan yang naik ke permukaan berkat matanya.

"Memancing seperti ini menyenangkan, terutama jika kita bisa menangkap banyak ikan. Keluarga saya menunggu ikan segar. Kami tak bisa selalu pergi ke pasar untuk membeli makan jadi meski berat kami menyukainya," tutup Herrol.

Baca juga: Kenali Gejala Buta Warna Pada Anak (fds/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit