detikhealth
Konsultasi Kedokteran Olahraga
dr. Michael Triangto, SpKO

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga
Direktur Klinik Slim and Health di RS Mitra Kemayoran dan Mal Taman Anggrek Jakarta
Koordinator Kedokteran Olahraga di PB Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI)
Anggota Tim Ahli Persatuan Golf Indonesia (PGI)

Olahraga untuk Membentuk Perut Ramping dan Berotot pada Wanita

Suherni Sulaeman - detikHealth
Selasa, 12/01/2016 14:54 WIB
Olahraga untuk Membentuk Perut Ramping dan Berotot pada WanitaIlustrasi: Thinkstock
Jakarta, Dokter saya ingin bertanya, dengan olahraga apa untuk membentuk perut ramping dan berotot pada wanita? Ataukah ada diet tertentu? Tubuh saya model jam pasir, tapi saya kurang puas dengan bentuk perut saya. Selain itu saya juga ingin tanya, adakah cara untuk mengecilkan paha agar ramping? Atas jawabannya saya ucapkan terimakasih.

Dita (Wanita, 20 tahun)
ditapraXXXXX@gmail.com
Tinggi 160 cm, berat 49 kg

Jawaban

Mbak Dita, bila melihat dari berat badan dan tinggi badan dapat disimpulkan Anda tidak memiliki masalah dengan berat badan dan hanya bermasalah dengan bentuk tubuh yang belum sesuai dengan yang diharapkan. Karena itu Anda tidak membutuhkan diet khusus dan cukup memperhatikan kecukupan asupan kalori dan keseimbangan antara karbohidrat, protein dan lemak yang dikonsumsi.

- Mengenai latihan perut Anda dapat melakukan crunch untuk perut atas, reverse crunch untuk perut bagian bawah, side to side untuk perut bagian samping kanan dan kiri. (Gambar-gambarnya dapat dicari di google atau bing images)
- Untuk latihan paha dapat dilakukan latihan paha bagian dalam dan luar. Perlu diingat kalau berbagai bantuk latihan yang saya anjurkan tidak memerlukan peralatan khusus dan sebaiknya lakukan saja dirumah. Tentunya hal ini memerlukan kesabaran dan waktu yang lama namun lebih menjamin untuk dilakukan secara teratur, tetap terlihat feminin, karena tidak akan terlihat 'bulky'
- Khusus untuk yang memiliki bentuk tubuh 'jam pasir' dan ingin menurunkan berat badan sebaiknya menghindari konsumsi kedelai seperti tahu, tempe, susu kacang ataupun berbagai kacang-kacangan secara berlebihan karena bahan makanan tersebut memiliki kandungan phyto oestrogen yang tinggi yang berpotensi untuk membuat tubuh bagian bawah bertambah besar meski bagian lain terlihat mengecil.

dr. Michael Triangto, SpKO
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga
Direktur Klinik Slim and Health di RS Mitra Kemayoran dan Mal Taman Anggrek Jakarta
Koordinator Kedokteran Olahraga di PB Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI)
Anggota Tim Ahli Persatuan Golf Indonesia (PGI)

Haid Tidak Lancar Bikin Sulit Hamil?

Saya sudah menikah selama 15 bulan tapi belum dikaruniai momongan. Akhirnya saya konsultasi ke dokter. Hasil USG rahim istri saya normal dan bersih. Kami diberi oligocare dan ovagocare dan clycoprogynova. Masalahnya istri saya lupa kapan harus mulai minum clycoprogynova itu. Sedangkan kami konsultasi 6 hari setelah istri saya selesai haid. Oh ya, dokter juga bilang rahim istri saya sedikit menekuk tapi masih normal. Mohon penjelasanNya Dokter. Terimakasih.

Rangga (Pria, 32 tahun)
ranggaXXXXXX@gmail.com
Tinggi 170 cm, berat 55 kg

Jawaban

Terimakasih atas pertanyaannya Bapak Rangga ,

Berdasarkan keterangan di atas saya tidak memiliki cukup data untuk menegakkan diagnosis, tetapi akan coba saya jawab. Siklus haid yang normal adalah yang memiliki rentang 21 sampai 35 hari dari haid hari pertama ke haid haid hari pertama berikutnya. Jadi dikatakan memiliki siklus yang abnormal jika siklus haid di bawah 21 hari ataupun di atas 35 hari.

Haid tidak teratur atau yang disebut sebagai siklus anovulasi karena tidak menghasilkan sel telur. Hal ini merupakan penyebab ketidaksuburan. Sebesar 15-20% ketidaksuburan disebabkan gangguan ovulasi. Ini dapat dibagi menjadi 4 grup yaitu hypogonadotrophic hypogonadism (World Health Organization group I), normogonadotrophic normogonadic ovarian dysfunction (World Health Organization group II), hypergonadotrophic hypogonadism (ovarian failure) (WHO group III) dan Hiperprolaktinemia) (WHO group IV).

Berdasarkan klasifikasi ini maka diperlukan pemeriksaan yang lengkap mulai dari fisik secara menyeluruh, anatomi rahim, ovarium serta pemeriksaan panel hormon yang sesuai dengan keluhan yang dialami istri Anda. Setelah itu dapat dilakukan pengklasifikasian dan penanganan sesuai dengan kriteria WHO di atas. Terimakasih.

dr. Ferdiansyah Putra Harahap, M.Ked(OG), SpOG
Spesialis Obstetri dan Ginekologi di RS Permata, Depok
www.rspermatadepok.com(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit