detikhealth

Wah, Negara-negara ini Didominasi Orang-orang Bahagia

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Rabu, 20/01/2016 08:02 WIB
Wah, Negara-negara ini Didominasi Orang-orang BahagiaFoto: Journal of Happiness Studies
Jakarta, Rumus untuk hidup bahagia sejatinya simpel saja, mensyukuri apa yang dimiliki. Tetapi di balik itu tampaknya ada juga peranan genetik.

Berawal dari ide dua orang peneliti, yaitu Michael Minkov dari Varna University of Management, Bulgaria dan Michael Bond dari Hong Kong Polytechnic University untuk menggabungkan data World Values Survey (tingkat kepuasan hidup seseorang berdasarkan tempat tinggalnya), dengan hasil penelitian yang dilakukan ahli genetik Kenneth K Kidd dari Yale University.

Oleh keduanya, kedua data ini juga dikombinasikan dengan data lain seperti iklim, tren penyakit dan tingkat perekonomian di masing-masing negara. Setelah 'diracik', mereka menemukan adanya korelasi yang kuat antara tingkat kebahagiaan suatu negara dengan ada tidaknya varian gen dari FAAH (fatty acid amide hydrolase), yaitu rs324420 dalam susunan genetik penduduknya.

Secara umum, varian gen ini bertugas membantu menghambat penurunan senyawa yang berperan dalam meningkatkan kepuasan dan kebahagiaan, serta mengurangi rasa sakit. Dengan kata lain, mereka yang memiliki varian gen ini cenderung dikenal sebagai sosok yang ceria.

Baca juga: Selain Usir Stres, Belanja Barang Bikin Orang Merasa Bahagia Lebih Lama

Bila dilihat dari skala yang lebih besar, yaitu negara, maka empat negara, yaitu Ghana, Nigeria, Meksiko dan Kolombia merupakan yang paling 'beruntung', sebab sebagian besar penduduk mereka mempunyai varian gen ini.

Di bawah mereka ada Irak, Yordania, Hong Kong dan China. Orang-orang di sini juga dilaporkan 'tidak begitu bahagia dengan hidupnya' dan memiliki lebih sedikit varian gen tersebut.

Sedangkan di kawasan Eropa, negara-negara yang berada di belahan utara terbukti lebih bahagia, seperti Swedia (26,3 persen). Sebagai gambaran, hanya 21 persen warga Inggris dan 20 persen penduduk Jerman yang mempunyai varian gen ini.

Tingkat kebahagiaan orang Indonesia sendiri masih berada di atas Irak, Rusia, Korea dan China. Namun Indonesia masih kalah 'bahagia' dibanding tetangganya, yaitu Malaysia, Thailand, Vietnam dan Singapura yang prevalensinya nyaris mendekati Ghana.

Baca juga: Sedih dan Stres Picu Sakit dan Kematian Dini? Studi Ini Menampiknya

Meski begitu peneliti memastikan, gen juga bukanlah satu-satunya aspek yang menentukan kebahagiaan seseorang. Sebab menurut mereka, penduduk negara seperti Rusia dan Estonia sebenarnya memiliki cukup banyak varian gen FAAH, hanya saja tingkat kepuasan hidupnya tergolong rendah dibanding negara lain.

Salah satu pemicunya adalah perbedaan iklim, serta kesulitan ekonomi dan politik. Selain beriklim dingin, orang-orang Eropa Timur juga kerap dihadapkan pada persoalan ekonomi sehingga mempengaruhi tingkat kebahagiaannya.

"Bukan berarti negara yang tidak diberkati dengan DNA yang tepat tidak bisa bahagia. Tingkat kebahagiaan sendiri masih bisa naik dan turun karena berbagai alasan," simpul peneliti Minkov seperti dikutip dari Journal of Happiness Studies, Rabu (20/1/2016).(lll/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit