detikhealth

Gigi Ngilu Saat Mengonsumsi Makanan Dingin? Begini Cara Tepat Mengatasinya

Martha Heriniazwi Dianthi - detikHealth
Rabu, 24/02/2016 17:01 WIB
Gigi Ngilu Saat Mengonsumsi Makanan Dingin? Begini Cara Tepat MengatasinyaFoto: thinkstock
Jakarta, Gigi terasa ngilu saat mengonsumsi makanan dingin atau terlalu manis kerap dialami oleh sebagian orang. Walaupun tidak terlalu mengganggu, tapi bila dibiarkan justru akan terjadi ngilu perkepanjangan atau kematian pada gigi. Lalu, apa yang harus dilakukan agar gigi tidak gampang ngilu?

"Pertama cari tahu dulu kenapa gigi ngilu. Apa karena gigi berlubang atau gigi sensitif,"  kata drg Laura Zaizavonna dari Klinik Idrus Tjikman Sudarto Dental Practice Mampang Prapatan, saat berbincang dengan detikHealth baru-baru ini.

Apabila gigi berlubang, drg Laura menyaranakan untuk segera ditambal sehingga rasa ngilu saat mengonsumsi makanan dingin dapat segera hilang. Namun, apabila gigi ngilu diakibatkan gigi sensitif, maka sebaiknya Anda mulai melakukan perawatan gigi dengan benar.

Menurut drg Laura, melakukan perawatan gigi dimulai dengan cara menggosok gigi yang benar dengan memperhatikan frekuensi menggosok gigi, pasta gigi yang digunakan, alat untuk menggosok gigi, dan jangan lupa untuk berkonsultasi ke dokter gigi.

"Sayangnya, untuk gigi sensitif agak sulit disembuhkan dengan cara alami. Hal tersebut karena gigi yang sensitif pasti terdapat pori-pori gigi yang terbuka sehingga diperlukan penanganan pasta gigi sensitif yang baik," lanjut drg Laura.

Baca juga: Muncul Sensasi Nyeri yang Aneh di Mulut? Mungkin Ini Sebabnya

Gigi sensitif merupakan istilah umum yang dipakai untuk menunjukkan adanya dentine hypersensitive (DH) yaitu terbukanya dentin akibat menipisnya email dan atau turunnya gusi. Dentin mempunyai saluran-saluran kecil yang disebut tubulus dentin, yang langsung berhubungan dengan saraf gigi.

Gigi yang paling rentan terhadap DH adalah gigi taring, geraham kecil, dan geraham. Sementara, gigi yang paling jarang terkena masalah ini adalah gigi seri. Kasus gigi sensitif lebih sering dijumpai pada orang berusia 20-40 tahun.

Umumnya, gigi sensitif disebabkan kebiasaan menggosok gigi dengan cara yang tidak tepat, penyakit gusi (gingivitis) dan penurunan gusi, buruknya kondisi kebersihan gigi dan mulut, penumpukan plak, pengikisan email dan tindakan pemutihan gigi (bleaching) yang berlebihan. Kemudian, gigi sensitif bisa terjadi juga akibat konsumsi makanan yang mengandung asam tinggi seperti jeruk, tomat, acar, dan teh secara rutin, kebiasaan mengunyah yang salah, dan pembentukan lapisan email gigi yang kurang sempurna (ename hypoplasia).

Baca juga: Gigi Ngilu-ngilu Jangan Dianggap Enteng (rdn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit