Robert Koch: Penemu Bakteri TBC

Diet Mayo

Martha HD - detikHealth
Senin, 04/04/2016 09:46 WIB
Diet MayoFoto: thinkstock
Jakarta, Diet mayo menjadi salah satu program diet yang saat ini banyak dilakukan oleh masyarakat. Diet mayo dilakukan dengan cara mengatur pola makan sehari-hari yang terdiri dari makanan tinggi protein dan rendah kalori.

Menurut Grace Judio-kahl dari Mayo Clinic, menu diet mayo sangat beragam. Mulai dari aneka sayuran, buah-buah dan makanan yang tinggi protein. Diet Mayo yang beredar di masyarakat umumnya mengatur konsumsi makanan dengan kalori hanya 500-800 per harinya.

Di Indonesia, Diet Mayo memiliki ciri khas tersendiri yaitu pemilihan menu makanan tanpa karbohidrat dan gram selama 13 hari. Nah, jika dalam waktu 13 hari tersebut mereka tak sengaja melanggar aturan tersebut, maka harus mengulang dari hari pertama lagi.

Namun, berbeda dari cara Diet Mayo versi Indonesia, Diet Mayo veri The Mayo Clinic Diet tidak disebutkan aturan mengenai pengulangan ke hari pertama jika 'kecolongan'.

"Tidak ada istilah yang katanya kalau 'kecolongan' maka kamu harus start dari awal. Kalau memang kecolongan ya tidak apa-apa, kan besoknya masih melakukan kebiasaan yang sama," ungkap nutrisionis Jansen Ongko, MSc, RD kepada detikHealth.

Langkah yang dilakukan dalam menerapkan diet mayo

Menurut lulusan California State University tersebut, secara garis besar diet ini memiliki dua pola program yang harus dijalani oleh seseorang: yakni menjalani 5 kebiasaan baik (good habits) dan meninggalkan 5 kebiasaan buruk (bad habits).

Prinsip 5 kebiasaan baik tersebut di antaranya memperbanyak makan buah dan sayuran; selalu sarapan dengan menu sehat; membiasakan diri mengonsumsi grains atau serealia; membiasakan diri mengonsumsi lemak sehat; serta olahraga minimal 30 menit setiap hari.

Sementara 5 kebiasaan buruknya antara lain makan bergula; makan snack atau camilan selain buah atau sayur; makan sambil melakukan aktivitas lain misalnya nonton TV atau main ponsel; makan terlalu banyak daging dan makan ke restoran.

Apabila dibandingkan dengan Diet Mayo yang populer di Indonesia saat ini, di mana seseorang diminta untuk menghindari asupan garam/makanan asin serta es yang hanya dilakukan dalam waktu 13 hari, diet ala Mayo Clinic ini lebih istimewa karena bisa diterapkan dalam jangka panjang.

Diet Mayo ala Mayo Clinic menurut Jansen juga dapat menurunkan berat badan penggunanya karena pengubahan kebiasaan-kebiasaan dalam pola makan. Jika orang tersebut awalnya sering makan junk food dan pola makannya jelek, otomatis dengan menerapkan Diet Mayo ini berat badannya akan berkurang.

(ajg/ajg)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit