detikhealth

Ramping Tapi Lemak Menumpuk di Perut Berisiko Kena Penyakit Hati Ini

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 19/04/2016 16:38 WIB
Ramping Tapi Lemak Menumpuk di Perut Berisiko Kena Penyakit Hati IniFoto: thinkstock
Jakarta, Gangguan kardiovaskular seperti hipertensi, stroke, dan serangan jantung biasanya muncul karena seseorang kesulitan menjaga berat badannya dan menjadi obesitas. Namun sebenarnya ada yang lebih berbahaya dari kegemukan itu sendiri.

Kondisi yang dimaksud adalah penumpukan lemak di seputaran pinggang. Penumpukan lemak ini ditengarai kuat dapat memicu gangguan hati yang disebut 'non-alcoholic fatty liver disease' (NAFLD).

Studi-studi sebelumnya juga sudah mengungkap keterkaitan antara NAFLD dan obesitas, di mana 80 persen obes mengalami gangguan hati ini. Namun belakangan ketahuan jika kondisi ini sebenarnya tidak melulu terjadi pada mereka yang kelebihan berat badan saja.

Baca juga: Studi: Pria dengan Lingkar Leher Besar Berisiko Kena Penyakit Jantung

Hal ini terungkap saat peneliti mengamati 323 pasien NAFLD yang bertubuh ramping. Mereka kemudian dibagi berdasarkan BMI, lingkar pinggang dan lemak perutnya.

Ternyata, pasien NAFLD dengan lingkar pinggang di atas 35 inci (wanita) dan 40 inci (pria) mengalami kerugian yang lebih besar dibandingkan pasien NAFLD yang obes sekalipun. Bagaimana tidak, mereka yang ramping tetapi mengidap NAFLD lebih berisiko mengalami sindrom metabolik (kombinasi antara diabetes, tekanan darah tinggi dan obesitas, red); plak karotid atau penumpukan lemak dan kolesterol di pembuluh karotid; dan juga fibrosis.

Secara garis besar, peneliti menemukan ada 16 persen penderita NAFLD mempunyai berat badan normal. Dengan kata lain, meski bertubuh ramping, seseorang dengan lingkar pinggang yang lebar lebih berisiko mengalami gangguan hati dibandingkan dengan yang memang gemuk.

"Bisa dibilang ini studi pertama yang mengungkap bahwa ada persentase pasien NAFLD yang tidak benar-benar obes," kata peneliti, Dr Rosa Lombardi dari Policlinco Hospital, University of Milan, seperti dilaporkan Express.co.uk.

Temuan ini dirasa penting mengingat NAFLD yang dibiarkan dapat mengakibatkan peradangan yang bisa berujung pada sirosis dan merusak fungsi hati. Belum lagi risiko lain yang menghantui orang-orang dengan penumpukan lemak di hati, semisal diabetes, serangan jantung dan stroke.

Kendati demikian, NAFLD masih bisa dicegah jika penumpukan lemaknya sudah ditangani sejak awal.

Baca jugaTak Pede dengan Perut Bergelambir? Atasi dengan 5 Aktivitas Ini(lll/vit)


 
Foto Terkait

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit