detikhealth

Artikel 18+

Survei: 52 Persen Pengantin Baru Tak Langsung Bercinta di Malam Pertama

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Minggu, 19/06/2016 15:01 WIB
Survei: 52 Persen Pengantin Baru Tak Langsung Bercinta di Malam PertamaFoto: Thinkstock
Jakarta, Pengantin baru identik dengan sesi malam pertama yang kerap disebut sebagai momen yang ditunggu-tunggu pasangan yang baru saja menikah. Walaupun, tak melulu setelah pesta pernikahan rampung pasangan suami istri (pasutri) langsung melakukan malam pertamanya.

Seperti survei yang dilakukan brand lingerie Bluebella, dari 1.000 pasangan, sebanyak 52 persen tidak langsung berhubungan intim di malam pernikahan mereka. Padahal, dalam survei tersebut hampir 90 persen wanita mengaku membeli lingerie khusus untuk momen itu.

Dalam survei, ditemukan alasan wanita tidak langsung menikmati malam pertamanya yakni mereka merasa lelah, menunggu saat yang tepat, terlalu mabuk, atau justru terlalu asyik menikmati perjalanan bulan madunya. Bagaimana dengan para pria?

Mayoritas responden pria mengaku masih ingin berpesta dengan teman-temannya atau malah terlalu mabuk. Akibatnya, sesi malam pertama tak langsung mereka lakukan di malam setelah mereka resmi menjadi seorang suami.

Baca juga: Istri Takut Nyeri di Malam Pertama, Ini yang Harus Dilakukan Suami

Nah, sepertiga pasangan mengaku justru baru berhubungan intim di pagi harinya. Sementara, 1 dari 10 pasangan ada yang baru melakukan hubungan intim 48 jam setelah mereka resmi menjadi suami istri. Sebanyak 84 persen responden mengaku ketika mereka akhirnya melakukan hubungan seks, apa yang dialami hampir memenuhi eskpektasi masing-masing.

Soal kapan sebaiknya pasutri melakukan malam pertama, pakar seksologi kedokteran dari Siloam Hospital, dr Heru H. Oentoeng mengatakan tidak ada patokan waktu khusus kapan pasutri yang baru menikah dapat melakukan malam pertama. Yang harus diingat adalah apakah pada waktu tersebut mereka sudah siap secara fisik maupun mental.

"Ya kapan saja boleh dong kalau malam pertama. Mau langsung habis pesta kek, mau besoknya kek, atau bulan depannya kek, asalkan kedua-duanya setuju dan sip mental maupun fisik, silakan saja," tutur dr Heru kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Hal terpenting, pasangan harus tahu bagaimana kondisi fisik dan psikis masing-masing pihak. Untuk itu, dr Heru menganjurkan untuk mendiskusikan hal ini kepada pasangan terlebih dulu sebelum melakukan pesta pernikahan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kekecewaan salah satu pasangan, baik istri ataupun suami, yang sudah mempunyai keinginan untuk bercinta namun ditolak dengan alasan lelah.

Baca juga: Istri Pasti Nyeri dan Suami Ejakulasi Dini Saat Malam Pertama? Itu Mitos

(rdn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit