detikhealth

Banyak Orang Berkumpul, Festival Musik Bisa Jadi Tempat Penularan Campak

Nurvita Indarini - detikHealth
Selasa, 09/08/2016 10:06 WIB
Banyak Orang Berkumpul, Festival Musik Bisa Jadi Tempat Penularan Campak Ilustrasi menonton festival musik (Foto: Thinkstock)
London, Festival musik disebut bisa menjadi tempat penularan 'ideal' bagi penyakit campak. Karena itu orang yang sedang terkena campak diharap menahan diri untuk tidak menghadiri festival musik terlebih dahulu.

Public Health England, lembaga riset pemerhati kesehatan di Inggris mengaitkan sejumlah kasus campak dengan festival musik. Dari laporan diketahui sepanjang Juni-Juli sudah ada laporan 36 kasus campak setelah menghadiri festival musik.

Public Health England menggambarkan festival musik sebagai tempat 'ideal' untuk penyebaran virus campak. Sebab saat festival musik berlangsung bisa ada ratusan orang yang berkumpul bersama-sama.

Public Health England menemukan fakta ada 16 kasus campak di Glastonbury Festival. Selain itu di di NASS festival ada tujuh kasus dan di Triplicity Music and Arts Festival ada enam kasus campak yang ditemukan.

"Campak adalah penyakit karena virus yang sangat menular, bisa sangat tidak menyenangkan dan kadang-kadang mengakibatkan komplikasi yang serius," ujar Dr Mary Ramsay dari Public Health England dalam pernyataannya, dikutip dari BBC, Selasa (9/8/2016).

Karena itu siapapun yang terkena campak diharapkan untuk tidak menghadiri kegiatan yang melibatkan banyak orang, seperti festival musik. Berkumpulnya banyak orang, sambung Ramsay, menyebabkan virus campak lebih mudah menyebar, khususnya di Inggris.

Untuk Inggris, pada semester pertama 2015 ditemukan 54 kasus campak. Akan tetapi di semester pertama 2016, jumlah kasusnya meningkat menjadi 234.

Baca juga: Studi: Peningkatan Campak dan Pertusis Berkaitan dengan Penolakan Vaksin

Peneliti dari Mayo Clinic beberapa waktu lalu menuturkan virus dari penyakit campak ini ada dalam trakea inang (orang yang terkena campak) dan memprovokasi yang bersangkutan untuk batuk sehingga virus tersebut bisa ada di udara dan menginfeksi orang lain. Peneliti menemukan virus campak menggunakan protein atau disebut dengan nectin-4 yang ada dalam diri penderita untuk menginfeksi dan ia akan pergi ke lokasi yang strategis yaitu tenggorokan.

Meskipun sudah ada vaksin untuk campak, tapi vaksin ini menyerang lebih dari 10 juta anak setiap tahunnya di seluruh dunia. Dalam beberapa tahun ini penyebaran virus meningkat akibat menurunnya orang-orang yang divaksinasi.

Penyakit campak menimbulkan gejala seperti demam tinggi di mana bisa mencapai 40 derajat Celcius selama 3-5 hari, nyeri menelan, diare, dan lemas. Tanda yang lebih khusus lagi adalah munculnya bintik merah (rash) dan gejala 3C atau conjungtivitis (mata merah, berair, gatal), coryza (pilek,) dan cough (batuk).

Bintik-bintik merah timbul saat panas sedang tinggi-tingginya, biasanya hari ke-4 atau 5 panas. Muncul pertama pada daerah batas rambut, dahi, belakang telinga lalu menjalar sampai kaki.

Baca juga: Hanya Karena Satu Murid Kena Campak, Satu Sekolah di California Ditutup

(vit/ajg)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close