detikhealth

Konsultasi Laktasi
dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC

Dokter Laktasi dan Ibu Menyusui di RS Permata Depok
Ketua Tim Laktasi RS Permata Depok
Koordinator Pelatihan Manajemen Laktasi Perinasia Pusat

Apa Betul Pemberian ASI Perah Tidak Disarankan Pakai Dot?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Jumat, 02/09/2016 15:10 WIB
Apa Betul Pemberian ASI Perah Tidak Disarankan Pakai Dot?Foto: Radian Nyi Sukmasari
Jakarta, dr Asti, apa pemberian ASI perah benar-benar tidak boleh pakai dot? Sebab, saya sudah mencoba saran beberapa orang untuk memberi ASI perah dengan sendok, tapi saya takut anak akan kesedak. Bagaimana sebenarnya teknik memberi ASI perah dengan sendok itu ya dok? Jujur saja selama beberapa kali mencoba saya kesulitan. Terimakasih.

Syifa (Wanita, 26 tahun)
nisyifaXXXXXX@ymail.com
Tinggi 154 cm, berat 45 kg

Jawaban

Ibu Syifa,

Pemberian ASIP (ASI perah) memang tidak boleh menggunakan media dot karena dapat menyebabkan masalah menyusui, masalah pada Ibu, maupun masalah pada bayi. Penggunaan dot atau empeng dapat menimbulkan bingung puting, yaitu keadaan dimana bayi tidak mau menyusu lagi ke payudara Ibu karena mekanisme hisapan yang berbeda antara menghisap dot dan memerah payudara. Hal ini juga yang menyebabkan produksi ASI Ibu yang lambat laun akan menurun akibat tidak efektifnya hisapan bayi ke payudara setelah bayi mengenal dot.

Dot juga sangat rentan kontaminasi karena karetnya yang merupakan media tumbuh kuman yang sangat baik dan karena banyaknya zat merugikan hasil reaksi plastik yang dipanaskan setiap hari, yang semakin lama semakin banyak terakumulasi dalam tubuh bayi, sehingga menurunkan daya tahan tubuh bayi dan bayi menjadi sangat rentan terkena penyakit infeksi, walaupun dot berisi ASI.

Selain itu, dot juga dapat menimbulkan masalah gigi dan maloklusi rahang, serta jauh lebih tinggi risiko tersedak dibandingkan pemberian dengan media gelas atau sendok. Anak yang terlanjur mengenal dot juga akan sulit sekali disapih dari dot saat sudah beranjak besar, sehingga akan mempengaruhi sisi psikologis anak tersebut bila tidak berhasil dipisahkan dari dot saat berusia 2 ahun, terlebih lagi jika sampai melewati batas 3 tahun. Hal tersebut akan mempengaruhi kemandirian sang anak di masa depan dan juga dalam hal mengambil keputusan.

Untuk lebih jelasnya, bila Ibu bekerja, Ibu disarankan ke Klinik Laktasi bersama keluarga dan pengasuh untuk diajarkan manajemen laktasi pada Ibu bekerja, diantaranya mengenai perah ASI, ASIP handling (penyimpanan dan penyajian ASI Perah), fresh ASIP (ASI Perah segar), pemberian dengan gelas (cup feeding), dan semua tips-tips agar tetap lancar menyusui walaupun Ibu bekerja. Saat sesi tersebut, pengasuh bayi akan diajarkan dengan dicontohkan dan dipraktekkan langsung bagaimana memberikan ASIP (ASI Perah) yang baik dengan gelas sampai pengasuh lancar dan merasa percaya diri melakukannya. Namun bila Ibu tidak bekerja, sebaiknya Ibu menyusui langsung saja tanpa perlu perah-perah dan memberikan ASIP (ASI Perah) pada bayi.

dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC
Dokter Laktasi dan Ibu Menyusui di RS Permata, Depok
Ketua AKLII (Asosiasi Konsultan Laktasi Internasional Indonesia).
www.rspermatadepok.com(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit