detikhealth
Konsultasi Umum
dr. Dito Anurogo

Penulis 17 buku dan sedang studi S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.

Sakit Kepala Terus Menerus, Apakah karena Kelelahan?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Senin, 19/09/2016 14:15 WIB
Sakit Kepala Terus Menerus, Apakah karena Kelelahan?Foto: thinkstock
Jakarta, Hallo Dok, salam sejahtera. Tadi pagi sekitar jam 5, setelah saya mandi. Secara tiba-tiba saya sakit kepala bagian belakang dan mimisan. Sekarang sakit kepala tersebut pindah di bagian kiri. Memang kemarin itu saya merasa capek karena pekerjaan, saya bekerja di bagian dapur di sebuah hotel Jakarta. Apakah yang saya alami ini hanya faktor kecapekan atau ada hal lain ya?

Memang untuk sakit kepala ini sering saya alami, entah bagian belakang, kiri, kanan, depan. Saya juga mempunyai mag, yang terkadang saya juga telat makan dan tidak makan, hanya nyemil saja sudah buat saya menjadi kenyang. Demikian pertanyaan dan penjelasan atas keluhan saya. Mohon sarannya ya Dok. Terimakasih. Salam, Marcella.

Marcella (Wanita, 23 tahun)

Jawaban

Dear Marcella, terimakasih atas kepercayaan Anda kepada kami. Langsung kita menuju ke pokok permasalahan.

Untuk sakit kepala akut pada dewasa, ada beberapa kemungkinan diagnosis, misalnya:
1. Sinusitis akut
2. Otitis media (infeksi telinga bagian tengah)
3. Sakit kepala terkait menstruasi
4. Ketergantungan obat-obatan
5. Migraine
6. Sakit kepala tegang otot
7. Karies/impaksi gigi
8. Temporomandibular joint syndrome (TMJ)
9. Gangguan serebrovaskuler
10. Hidrosefalus akut
11. Chikungunya
12. Demam dengue
13. Infeksi virus Zika

Beberapa kemungkinan diagnosis yang tidak umum antara lain:
1. Hipertensi intrakranial benigna atau pseudotumor serebri
2. Tumor otak
3. Ensefalopati hipertensif
4. Apopleksi pituitari
5. Trombosis sinus vena
6. Hematoma epidural
7. Perdarahan subarakhnoid
8. Hematoma subdural
9. Meningitis
10. Abses otak
11. Keracunan karbonmonoksida
12. Sindrom konkusif/trauma (cedera) konkusif
13. Hipoksia/penyakit gunung akut
14. Neuralgia trigeminal
15. Glaukoma tertutup sudut akut

Meskipun sebenarnya terdapat lebih dari 28 kemungkinan diagnosis, namun sebagian besar sakit kepala disebabkan oleh:
1. Tension-type headache
2. Migraine headache
3. Chronic daily headache
4. Cluster headache

Amatlah disayangkan Nona Marcella belum menyebutkan apakah sakit kepalanya itu berdenyut ataukah berputar, berapa lama (menit, jam) sakit kepala itu berlangsung, apakah disertai dengan mual-muntah, apakah disertai silau terhadap sinar/cahaya, dalam sehari apakah sakit kepala berlangsung hingga delapan kali, sakit kepala yang dirasakan itu di satu sisi atau di kedua sisi, apakah sakit kepala itu muncul setelah minum obat atau dalam posisi tertentu, apakah pernah jatuh sehingga kepala terbentur?

Hal-hal yang dapat dilakukan sekarang ini:
1. mengubah gaya hidup, termasuk di dalam makan, bekerja, dan beristirahat. Berpola hidup sehat, seimbang, selaras, serasi. Persering jalan kaki. Hindari terlalu lama berada di depan televisi, komputer, handphone, atau laptop.
2. bila hobi konsumsi coklat, keju atau produk yang terbuat dari keduanya, maka perlu dikurangi.
3. hindari pula makanan yang mengandung bahan/zat pengawet.
4. meregangkan tubuh sekitar 10 menit di sela-sela bekerja.
5. sempatkanlah minum air bening, cukup dua gelas, setiap satu jam, di sela-sela bekerja. Lebih baik lagi air hangat.
6. luangkanlah waktu untuk sarapan secara rutin dan teratur.
7. hiburlah diri Anda, dengan tertawa 15 menit setiap hari, mendengarkan musik/instrumen klasik, rekreasi ke alam bebas bersama keluarga atau sahabat, membaca buku-buku humor dan motivasi.

Kapan harus segera memeriksakan diri ke dokter?
Umumnya sakit kepala tidak membahayakan kehidupan. Namun, segeralah ke dokter bila Anda mengalami atau merasakan sakit kepala yang:
1. terasa berat, disertai demam, dan leher kaku
2. terjadi mendadak, menjadi bertambah parah atau berat dalam hitungan detik atau menit, sehingga boleh jadi ini merupakan "sakit kepala terparah/terberat di dalam kehidupan Anda"
3. disertai kejang, perubahan kepribadian, bingung,
4. terjadi setelah kecelakaan atau berolahraga berat
5. baru pertama kalinya dan disertai kelemahan, kesemutan atau mati rasa, atau gangguan penglihatan hingga sulit melihat.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

Dokter Dito Anurogo, penulis 17 buku, sedang studi di S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit