detikhealth

Pentingnya Cuti bagi Suami Sebelum dan Sesudah Istri Melahirkan

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Senin, 19/09/2016 19:03 WIB
Pentingnya Cuti bagi Suami Sebelum dan Sesudah Istri MelahirkanFoto: thinkstock
Jakarta, Sudah menjadi hal yang lumrah ketika ibu bekerja mengambil cuti sebelum dan sesudah melahirkan. Namun, jangan lupa bahwa penting pula jika ayah bisa mendapat cuti sebelum dan sesudah sang istri melahirkan,

Psikolog klinis dari Klinik TigaGenerasi, Sri Juwita Kusumawardhani MPsi, Psikolog mengatakan, penting jika suami memperoleh cuti sebelum dan sesudah istri melahirkan. Tujuannya, agar dapat memberikan dukungan kepada istrinya, demikian disampaikan wanita yang akrab disapa Wita ini.

"Saat akan melahirkan, tentunya calon ibu perlu dukungan semangat agar yakin dapat menjalani proses persalinan dengan lancar. Setelah melahirkan, kondisi fisik istri tentunya tidak langsung pulih dan kuat begitu saja," kata Wita saat berbincang dengan detikHealth baru-baru ini.

Untuk itu, menurut Wita alangkah baiknya jika suami bisa mendampingi istri untuk membantu mengurus bayi dan juga memberi dukungan semangat kepada istrinya. Dukungan dari suami dikatakan Wita juga bisa menjadi ASI booster bagi si ibu.

"Artinya cuti suami bukan hanya penting untuk istri tapi juga anaknya. Terkait dengan anak, cuti bagi ayah penting agar dia bisa membiasakan diri untuk terlibat dalam pengasuhan," tambah wanita yang juga praktik di Klinik Psikologi Terapan UI ini.

Baca juga: Demi ASI Eksklusif, PNS Perempuan di Aceh Dapat Cuti Melahirkan 6 Bulan

Dengan begitu, anak bisa belajar bahwa pengasuh utamanya bukan hanya ibu tetapi juga sang ayah. Selain itu, ketika anak memiliki hubungan yang lekat dengan ayahnya ada dampak positif yang bisa dirasakan anak. Contohnya, ia lebih percaya diri dan memiliki sosok untuk dicontoh.

Berbicara soal cuti melahirkan ibu, Wita mengungkapkan dengan durasi maternity leave yang lebih panjang, kelekatan antara ibu dan bayi dapat terjalin lebih erat. Sehingga, ibu bisa lebih baik memahami ritme metabolisme dan kebiasaan bayi, sehingga ibu lebih mudah beradaptasi saat mengasuh bayi. Selain itu, tentunya dengan tidak bekerja, ibu bisa mengurangi salah satu faktor pemicu stres yang dapat memengaruhi produksi ASI dan juga sikap dalam menangani bayi.

"Ketika ibu bekerja, stres bisa muncul dari pekerjaan yang harus diselesaikan, relasi dengan atasan, rekan kerja, atau bawahan, serta proses commuting atau perjalana pergi dan pulang kerja yang melelahkan," pungkas Wita.

Baca juga: Ibu Kangen Bekerja Saat Cuti Melahirkan? Bisa Jadi Ini Sebabnya


(rdn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit