detikhealth

Konsultasi Umum
dr. Dito Anurogo

Penulis 17 buku dan sedang studi S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.

Sakit Perut Bagian Kanan Bawah, Mengapa?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Kamis, 22/09/2016 13:15 WIB
Sakit Perut Bagian Kanan Bawah, Mengapa?Foto: thinkstock
Jakarta, Akhir-akhir ini saya sering mengalami sakit perut bagian kanan bawah, kadang sakitnya terasa menusuk, kadang terasa panas, kadang cuma pegal-pegal saja perutnya. Oktober 2015 lalu saya sudah menjalani operasi usus buntu. Apakah ini ada kaitannya dengan sakit saya yang dulu atau mungkin ini hal biasa kalau sudah melakukan operasi? Atau mungkin sakit yang lain?

Angga (Pria, 25 tahun)

Jawaban

Nyeri perut bawah dapat disebabkan oleh karena radang usus buntu (apendisitis), divertikulitis (radang kantung usus), nephrolithiasis (batu ginjal), pyelonephritis (radang jaringan ginjal, termasuk bagian kaliks dan pelvis ginjal), retensi urine akut, sistitis (radang kandung kemih), kolitis infeksiosa.

Secara khusus, sakit perut di bagian kanan bawah, terkait erat dengan tiga hal:
1. Kolonik: mengarah ke diagnosis apendisitis, kolitis, IBD (inflammatory bowel disease), IBS (irritable bowel syndrome).
2. Ginjal: mengarah ke diagnosis nephrolithiasis atau pyelonephritis.
3. Bagi perempuan, merupakan gangguan ginekologis, yang mengarah ke diagnosis: kehamilan ektopik, fibroid, massa sel telur, torsi, PID (pelvic inflammatory disease).

Beberapa petunjuk khas, terkait nyeri perut, misalnya pada ulkus peptikum, yang ditandai dengan: nyeri episodik, perut terasa terbakar, nyeri hilang atau mereda saat diberi makan, terbangun di malam hari karena rasa sakit.

Adapun gejala-gejala pada pasien nyeri perut yang disarankan operasi atau berada dalam kegawatdaruratan medis adalah: demam, muntah berkepanjangan, sinkop atau presinkop (pingsan atau hilang kesadaran), dan kehilangan darah di gastrointestinal.

Untuk lebih memastikan diagnosis, maka pada kasus sakit perut di kanan bawah, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan CT (computed tomography) dengan media kontras intravena.

Saya pikir tidak ada kaitannya dengan operasi usus buntu. Untuk lebih tepatnya, segeralah berkonsultasi ke dokter terdekat, untuk dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, diagnosis banding, penegakan diagnosis, pemberian tatalaksana dan edukasi yang berkesinambungan.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

Dokter Dito Anurogo, penulis 17 buku, sedang studi di S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit