detikhealth

Konsultasi Umum
dr. Dito Anurogo

Penulis 17 buku dan sedang studi S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.

Batuk yang Sering Kambuh, Tanda Penyakit Apa?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Jumat, 30/09/2016 14:15 WIB
Batuk yang Sering Kambuh, Tanda Penyakit Apa?Foto: thinkstock
Jakarta, Selamat pagi Dok, saya mau bertanya tentang batuk. Batuk saya sudah terjadi sedikit lama namun kambuh hilang kambuh hilang, setiap ke puskesmas diberikan obat hilang begitu. Apakah saya perlu khawatir mengingat batuk panjang juga dialami oleh ibu? Terimakasih Dok sebelumnya.

Andi (Pria, 23 tahun)

Jawaban

Terimakasih atas kepercayaan Anda kepada detikhealth.com. Informasi yang Anda sampaikan masih terlalu umum, belum menyebutkan secara pasti tentang:

1. Berapa hari batuk berlangsung?
2. Apakah batuk kering atau batuk berdahak?
3. Apakah batuk disertai keringat dingin di malam hari, meskipun tanpa beraktivitas?
4. Apakah batuk disertai darah? Mengi (ngik, ngik, istilah asingnya wheezing)? demam? Bersin-bersin di pagi hari?
5. Apakah 1-2 minggu terakhir ini berat badan Anda menurun?
6. Bilamana batuk dirasakan mulai mereda dan pada kondisi apa batuk dirasakan memberat?
7. Apakah Anda tinggal satu rumah dengan ibu? Bila iya, seberapa sering bertemu setiap harinya?
8. Obat apa (saja)kah yang telah diberikan oleh dokter Puskesmas? Apakah telah Anda konsumsi secara rutin dan untuk berapa lama obat diberikan?
9. Apa saja gejala atau keluhan lain sebagai penyerta batuk ini, yang juga Anda rasakan?
10. Apakah Anda sering bepergian keluar dengan mengendarai kendaraan bermotor? Bila iya, sudahkah memakai masker penutup hidung yang standar?
11. Apakah Anda merokok? Bila tidak, seberapa sering terpapar asap (rokok, kendaraan, debu)?
12. Seberapa sering Anda mengonsumsi gorengan jajan pasar (terutama yang digoreng dengan minyak yang dipakai berulang-ulang)?

Untuk batuk, ada beberapa diagnosis banding, misalnya:
1. Proses infeksi (virus, bakteri).
2. Kondisi setelah infeksi.
3. Batuk pada perokok.
4. Rhinitis (alergi, vasomotor, paskainfeksi).
5. Asma.
6. Terpapar iritan (gas, asap rokok, udara dingin).
7. Dipicu obat (terutama golongan ACE inhibitor, betabloker).
8. Gastroesofageal Refluks Disease (GERD).
9. Interstitial lung disease.
10. Neoplasma (keganasan) paru-paru.
11. Limfoma, neoplasma mediastinal.
12. Bronkiektasis.
13. Gangguan/kelainan jantung (gagal jantung kronis, edema paru-paru, mitral stenosis, peradangan selaput pembungkus jantung atau pericardial inflammation).
14. Aspirasi berulang.
15. Peradangan di organ tubuh, seperti: laring, pleura (selaput pembungkus paru-paru), diafragma, mediastinum.
16. Fibrosis kistik.
17. Cemas.
18. Emboli paru-paru.
19. Inhalasi (menghirup) benda asing.
20. Aneurisma aorta.
21. Divertikulum Zenker.
22. Osteofit.
23. Tiroid substernal.
24. Tiroiditis.
25. PMR (Polymyalgia rheumatica).

Untuk memastikan diagnosis dari batuk, segeralah memeriksakan diri ke dokter umum atau dokter keluarga terdekat. Bila sudah dilakukan, maka bertanyalah langsung diagnosis kepada dokter yang memeriksa Anda. Dokter pasti dengan senang hati akan memberitahukannya kepada Anda, lalu memberikan tatalaksana dan edukasi yang sesuai.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

Dokter Dito Anurogo, penulis 17 buku, sedang studi di S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit