detikhealth
Konsultasi Laktasi
dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC

Dokter Laktasi dan Ibu Menyusui di RS Permata Depok
Ketua Tim Laktasi RS Permata Depok
Koordinator Pelatihan Manajemen Laktasi Perinasia Pusat

Bagaimana Memperbanyak ASI Pasca Dirawat di RS?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Senin, 03/10/2016 14:14 WIB
Bagaimana Memperbanyak ASI Pasca Dirawat di RS?Foto: thinkstock
Jakarta, Salam sejahtera Dokter, maaf saya mau bertanya. Beberapa minggu lalu saya sakit cacar air. Saya berobat di klinik dekat rumah dan ASI saya berubah warna kuning kehijauan. Dokter di sana bilang kalau boleh diberikan ke anak saya. Anak saya usianya 9 bulan.

Karena sesak napas, saya ke RS dan ternyata harus diopname, dan dokter di sana tidak memperbolehkan saya memberikan ASI sementara. Tapi selama saya di RS saya tetap pumping tapi saya buang dan sekarang setelah saya sakit kenapa ASI saya berkurang ya Dokter? Yang jadi pertanyaan saya:

1) Kenapa obat yang saya minum di klinik membuat susu saya berubah, dan menyebabkan merah-merah pada kulit anak saya.
2) Bagaimana memperbanyak ASI saya kembali? Terimakasih.

Tiffany (Wanita, 27 tahun)

Jawaban

Salam sejahtera Ibu Tiffany, terima kasih atas pertanyaannya.

Maaf, kalau boleh tahu, obat-obatan apa saja yang Ibu konsumsi? Beberapa obat dan makanan yang dikonsumsi memang dapat disekresi melalui ASI dalam jumlah yang kecil. Inilah yang menyebabkan warna ASI sedikit mengalami perubahan, tetapi ASI tersebut tetap boleh diberikan kepada bayi. Untuk ruam kemerahan pada bayi sebaiknya diperiksakan ke dokter anak agar dapat diketahui penyebabnya dan apakah berhubungan dengan makanan atau obat-obatan yang dikonsumsi Ibu atau tidak.

Mengenai produksi ASI, sebaiknya Ibu datang ke klinik laktasi terdekat untuk evaluasi kecukupan ASI pada bayi dan supply ASI pada Ibu secara objektif. Seringkali Ibu merasa ASI-nya tidak banyak, namun ternyata cukup untuk bayinya. Yang terpenting adalah susui bayi tanpa dijadwal (on demand), dan jika sebelumnya pernah menggunakan dot atau empeng sebaiknya segera dihentikan penggunaanya. Dan yang tidak kalah penting juga adalah berikan MPASI (Makanan Pendamping ASI) dengan komposisi, jumlah, dan frekuensi yang tepat jika anak sudah berusia 6 bulan ke atas.

Bayi usia 6 bulan ke atas perlu diberikan menu MPASI yang seimbang, meliputi karbohidrat (seperti nasi, jagung, ketela, ubi, labu, dll), protein (seperti daging, ikan, hati, telur, tahu, tempe, dll), sayuran (seperti wortel, bayam, kangkung, brokoli, kacang panjang, dll), buah-buahan (seperti pisang, mangga, pepaya, jeruk, dll), dan lemak (seperti santan, minyak sayur, mentega, dll). Menu MPASI yang tepat dan seimbang akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi.

dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC
Dokter Laktasi dan Ibu Menyusui di RS Permata, Depok
Ketua AKLII (Asosiasi Konsultan Laktasi Internasional Indonesia).
www.rspermatadepok.com(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit