detikhealth

Nyeri di Dada Seperti Ada Beban Berat, Hati-hati Gejala Sakit Jantung

Bagus Kurniawan - detikHealth
Jumat, 07/10/2016 10:38 WIB
Nyeri di Dada Seperti Ada Beban Berat, Hati-hati Gejala Sakit JantungFoto: thinkstock
Jakarta, Penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat setidaknya 17,5 juta penduduk dunia atau sekitar 30 persen mengalami kematian akibat penyakit jantung.

"Penting bagi kita untuk mengenali lebih dini mengenai gejala serang jantung," ungkap Kardiolog Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Budi Yuli Setianto, SpPD-KKV, SpJP(K) dalam talkshow 'Kesehatan Jantung dan Gaya Hidup Masyarakat Modern' di Perpustakaan Fakultas Kedokteran UGM, Kamis (6/10/2016) sore.

Budi mengatakan gejala serangan jantung biasa ditandai dengan rasa tidak nyaman atau nyeri di dada. Umumnya, gejala tersebut disertai dengan keringat dingin, sesak napas, pusing, mual, dan pingsan.

"Kalau terjadi nyeri pada dada seperti diberi beban berat harus diwaspadai ada gejala serangan jantung. Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter," katanya.

Menurut dr Budi serangan jantung tidak datang secara tiba-tiba. Namun serangan jantung muncul dengan ditandai dari ketidaknyamanan ringan di dada. Rasa tidak nyaman itu biasanya bersifat datang dan pergi. Bahkan, tidak sedikit penderita jantung yang sudah pernah terkena serangan jantung terkadang tidak bisa mengenali tanda-tanda itu.

"Hal ini disebabkan serangan terjadi dengan pola gejala yang berbeda dari serangan sebelumnya," papar dr Budi.

Baca juga: Peneliti Sebut Keseringan Konsumsi Obat Ini Tingkatkan Peluang Gagal Jantung

Sebanyak 25 persen dari seluruh serangan jantung terjadi tanpa disertai dengan tanda-tanda tersebut. Kalau mengalami serangan jantung secara tiba-tiba, lanjut dr Budi, sebaiknya segera membawa pasien ke rumah sakit terdekat. Sebab setiap menit waktu sangat berarti bagi keselamatan hidup yang bersangkutan.

"Begitu terkena serangan jantung jangan tunda lebih dari 5 menit untuk menghubungi petugas kesehatan atau langsung bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secepatnya," sambung dr Budi.

Sementara itu ahli gizi dr Toto Sudargo, SKM, MKes, menambahkan penyakit jantung dapat dicegah dan dikendalikan dengan mengubah gaya hidup dan diet. Diet sehat dapat dilakukan dengan menjaga asupan protein, garam, lemak dan memperbanyak konsumsi buah serta sayur.

Anjuran konsumsi protein per orang per hari adalah 0,8 gram/kg berat badan. Sementara itu, konsumsi garam 5 gram per hari. Sementara bagi penderita hipertensi sekitar 2-3 gram per hari.

"Perbanyak konsumsi buah dan sayur sebanyak 5 porsi per hari," terangnya.

Menurut dr Toto terdapat sejumlah bahan makanan yang baik dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan jantun, misalnya salmon, ikan tuna, sarden, dan ikan kembung. Bahan lain seperti minyak zaitun, gandum, apel, anggur merah, tomat, kedelai, coeklat, dan kacang hijau juga baik dikonsumsi karena dapat menurunkan kolesterol LDL, anti inflamasi, mencegah penyempitan pembuluh jantung, serta bersifat antioksidan.

Baca juga: Gangguan Irama Jantung Lebih Cepat atau Lambat Sama-sama Bisa Sebabkan Kematian(bgs/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit