detikhealth

Agar Tak Membosankan, Para Artis Suarakan Edukasi Kanker Payudara Lewat Film

Firdaus Anwar - detikHealth
Minggu, 09/10/2016 11:24 WIB
Agar Tak Membosankan, Para Artis Suarakan Edukasi Kanker Payudara Lewat FilmFoto: Firdaus Anwar/detikhealth
Jakarta, Bulan kesadaran kanker payudara jatuh tiap Oktober dan pada saat itu umumnya berbagai elemen pemerhati kesehatan berusaha untuk melakukan edukasi masyarakat. Hal yang jadi perhatian adalah bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan tindakan deteksi dini dengan SADARI (periksa payudara sendiri), USG, atau mammografi.

Terkait hal tersebut Lovepink sebagai yayasan peduli kanker payudara melaporkan telah bekerja sama dengan rumah produksi MPro Production untuk membuat film edukasi berjudul 'Pinky Promise'. Dibintangi oleh Agni Pratistha, Chelsea Islan, Dhea Ananda, Ira Maya Sopha, Alexandra Gottardo, Ringgo Agus Rahman, dan Dhea Seto, film ini bercerita tentang bagaimana sekelompok orang asing bisa dipersatukan dalam perjuangan melawan kanker payudara.

Ketua Lovepink, Samantha Barbara, mengatakan film dibuat agar masyarakat tak bosan dengan upaya edukasi. Lewat film diharapkan emosi penonton tersentuh sehingga pesan yang ingin disampaikan akan lebih mudah diterima dan diingat.

"Film Pinky Promise salah satu bentuk edukasi kita supaya masyarakatnya enggak bosan. Biar tahu kalau edukasi itu enggak cuma satu tambah satu sama dengan dua tapi bisa juga ikut merasakan," kata Samantha kepada detikHealth ketika ditemui dalam acara Jakarta Goes Pink 2016 di Altira Business Park, Sunter, Jakarta Utara, Minggu (9/10/2016).

Baca juga: Sudahkah Anda Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri?

"Ketika itu yang nonton adalah penyintas dia bisa melihat 'gila I survive this journey', sebagai pendamping dia bisa lihat 'my God gue ternyata sudah berhasil membantu istri gue', atau pada orang baru dia bisa mendapat banyak informasi," lanjut Samantha.

Meski masyarakat mungkin bosan terus-terusan mendapat edukasi kanker, Samantha mengatakan upaya tidak boleh berhenti. Nyatanya untuk tiap jenis kanker, penderita yang ditemukan sudah dalam stadium lanjut makin banyak.

"Masyarakat enggak boleh bosan karena secara statistik itu terus meningkat menjadi pembunuh nomor satu. Masyarakat harus sadar kanker tidak bisa dieliminasi dan tiap orang punya potensi kena," kata Samantha.

Semakin cepat seseorang diketahui kankernya maka semakin banyak pula pilihan pengobatannya. Beban ekonomi yang harus ditanggung juga semakin rendah dan yang paling penting bisa lebih cepat untuk sembuh aktif normal kembali.

(fds/ajg)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit