detikhealth

Konsultasi Gizi
Leona Victoria Djajadi

Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) yang bersekolah di program nutrisi University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets.

Dampak Kekurangan Kalori Saat Program Diet

Suherni Sulaeman - detikHealth
Selasa, 11/10/2016 11:49 WIB
Dampak Kekurangan Kalori Saat Program DietFoto: iStock
Jakarta, Dear Mbak Leona. Selamat siang Mbak, saya ingin bertanya mengenai dampak kalori pada saat diet. Bagaimana sesungguhnya pengaruh kalori terhadap berat badan? Apakah jika kebutuhan kalori saya 2000 kkal dan saya pangkas tiap harinya 1000 kkal maka berat badan saya akan turun dengan cepat? Apakah pilihan makanan juga berpengaruh kepada penurunan berat?

Contohnya, apakah tidak apa-apa jika saya hanya makan besar satu sampai dua porsi nasi padang dengan perkiraan kalori 1000 kkal dan saya hanya makan sekali misalnya pada malam hari saja dan sepanjang hari hanya mengonsumsi air putih, jadi dalam sehari saya hanya makan 1000 kalori?

Apakah cara seperti itu efektif untuk menurunkan berat? Karena teori yang saya dapat melalui kalkulator detikhealth seperti ini:
Untuk menjaga berat badan, Anda harus mengonsumsi kalori sebanyak yang dianjurkan. Jika ingin menurunkan berat badan, maka Anda harus menciptakan 'defisit kalori' dan sebaliknya untuk menaikan berat badan, Anda harus menambah kalori dari konsumsi yang dianjurkan.
Jika teori itu benar maka pemilihan makanan maka tidak ada masalah ya Mbak dengan program diet? Mohon pencerahannya Mbak. Terimakasih ya Mbak Leona, sukses selalu.

Aditya (Pria, 23 tahun)

Jawaban

Halo Mas Aditya,

Teori yang diberikan kalkulator detikHealth itu benar as the most basic information dalam weight loss. Dan teori pola makan satu atau 2x sehari yang Anda kemukakan juga benar.

Yang menjadi pertanyaan biasanya adalah apakah hal tersebut sustainable, praktikal dan tersehat?

Secara metabolisme, hal tersebut bukanlah praktik yang sehat. Tubuh kita tidak seperti mobil yang hanya harus diisi bensin sekali lalu bisa bekerja selama bensinnya masih ada. Tubuh kita bekerja setiap saat, bahkan saat kita tidur. Setiap saat pula tubuh perlu menjaga level gula darahnya agar stabil, yang biasanya didapat dengan asupan karbohidrat yang teratur pula.

Apakah hal tersebut sustainable dan praktikal? Kembali ke teori, jika mau berbalas-balas teori (bukan pantun yak karena kita bukan lagi lamaran ala adat Betawi). Saat Anda melakukan defisit kalori (yang cukup ekstrim boleh saya katakan) menjadi 1000 kalori, tubuh akan lebih cepat mengirimkan signal lapar. Tujuannya cukup jelas, yaitu supaya Anda makan dan menghindarkan tubuh Anda dari bahaya kelaparan. Dengan makan hanya 1x sehari, sepanjang hari sisanya Anda akan didera perasaan kelaparan. Ini bisa menjadi celah pitfall kegagalan Anda.

Bukankah lebih baik membagi nasi padang Anda tersebut, dari 2 porsi menjadi 3-4 porsi misalnya. Sehingga Anda bisa 4x makan dengan kalori yang sama. Itu pendapat saya.

Leona Victoria Djajadi MND
Master of Nutrition and Dietetics (Ahli Gizi) dari University of Sydney. Dengan minat khusus pada program diet untuk oncology, cardiology, diabetes, gastrointestinal and life modification program diets. Pengasuh Klinik Gizi Keluarga http://www.klinikgizi.info/. Follow twitter @Leona_victoria.(hrn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit