detikhealth
Konsultasi Laktasi
dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC

Dokter Laktasi dan Ibu Menyusui di RS Permata Depok
Ketua Tim Laktasi RS Permata Depok
Koordinator Pelatihan Manajemen Laktasi Perinasia Pusat

Bayi 1 Bulan Diberi ASI Diselingi Sufor, Adakah Efeknya?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Jumat, 28/10/2016 11:40 WIB
Bayi 1 Bulan Diberi ASI Diselingi Sufor, Adakah Efeknya?Foto: iStock
Jakarta, Salam dr Asti, salam kenal. Saya mau bertanya, apakah ada efeknya jika pemberian ASI dikombinasikan dengan susu formula? Saya kebetulan saat hamil sakit radang paru dan harus konsumsi obat tertentu di mana efek obat itu menghambat produksi ASI saya. Saat ini usia anak saya 1 bulan. Kalau memang bisa dikombinasikan bagaimana aturannya ya, Dok? Tks.

Alfia (Wanita, 27 tahun)

Jawaban

Salam Bu Alfia. Untuk pemberian asupan bayi usia 0-6 bulan, memang dianjurkan memberikan ASI eksklusif, yaitu pemberian ASI saja tanpa tambahan apapun selain ASI, termasuk susu formula. Setelah 6 bulan, anak idealnya mulai diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) sesuai WHO, sambil terus melanjutkan menyusui sampai 2 tahun. Pemberian susu formula tanpa indikasi yang tepat akan menimbulkan banyak sekali kerugian bagi anak maupun ibu.

Ketika Ibu memberi susu formula pada bayi Ibu, Ibu meningkatkan peluang bayi mengalami alergi, asma, infeksi telinga, infeksi pernapasan, gangguan pencernaan, gangguan jantung dan pembuluh darah, obesitas, diabetes, anemia defisiensi besi, kanker anak, gangguan tidur, kematian bayi mendadak, masalah gigi dan maloklusi, gangguan perilaku, IQ dan perkembangan kognitif yang lebih rendah, autisme, serta paparan kontaminan lingkungan.

Dan ketika Ibu tidak menyusui, Ibu makin berpeluang untuk mengalami diabetes, obesitas, hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah, osteoporosis, kanker payudara/ indung telur/ rahim, dan Alzheimer. Semua yang telah disebutkan telah dibuktikan melalui penelitian yang diakui di dunia oleh orang-orang yang ahli di bidangnya.

Oleh karena itu, kami sangat menganjurkan Ibu untuk segera berkonsultasi dengan dokter laktasi agar dapat dinilai apakah produksi ASI Ibu memang tidak sesuai dengan kebutuhan bayi. Hal tersebut dapat dinilai dari keadaan payudara ibu, tanda kecukupan ASI pada bayi, dan proses menyusui ibu dan bayi itu sendiri.

Jika memang ada temuan yang mengarah kepada tanda ketidakcukupan ASI, maka harus dievaluasi secara menyeluruh dan ditemukan penyebabnya, bisa masalah pada ibu, masalah pada bayi, atau keduanya. Jika memang ibu masih mengonsumsi obat-obatan tertentu, perlu kami nilai juga keamanan obatnya untuk proses menyusui, namun hanya sedikit sekali obat yang memang tidak boleh digunakan oleh ibu menyusui, kebanyakan adalah obat antikanker, obat penyakit jiwa, dan obat keras lainya.

Jadi ada kemungkinan produksi ASI menurun bukan karena pengaruh obat, namun karena faktor lain yang harus dievaluasi secara detil, misal penggunaan dot, kelainan anatomi mulut bayi, atau ada hal yang lain. Bila memang obat yang menjadi masalah, kami bisa mengkonsultasikan kembali kepada dokter spesialis paru untuk alternatif lain yang akan aman untuk proses menyusui.

dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC
Dokter Laktasi dan Ibu Menyusui di RS Permata, Depok
Ketua AKLII (Asosiasi Konsultan Laktasi Internasional Indonesia).
www.rspermatadepok.com(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit