detikhealth
Konsultasi Umum
dr. Dito Anurogo

Penulis 17 buku dan sedang studi S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.

Nyeri Dada dan Gangguan Denyut Jantung di Usia Muda, Gejala Apa?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Senin, 21/11/2016 13:24 WIB
Nyeri Dada dan Gangguan Denyut Jantung di Usia Muda, Gejala Apa?Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Dok saya ingin tanya, saya laki-laki usia 23 tahun. Sudah 5 hari, dada saya tidak terasa enak. Selepas saya pergi jogging untuk sekian lamanya, memegang dada tepat di jantung pun terasa berbeda dan kurang terasa denyutnya. Saat saya memegang dada di jantung sebelum kurang enakan masih bisa terasa denyutnya. Saya tidak mempunyai riwayat jantung, saya dulu pernah sakit batu ginjal dan infeksi, usus buntu dan saraf kaki terjepit. Terimakasih Dokter.

Agustyo (Pria, 23 tahun)

Jawaban

Dear Agustyo, terimakasih atas kepercayaannya kepada kami. Langsung saja ya.

Menurut studi epidemiologi, neyeri dada di Puskesmas atau pelayanan primer dan departemen kegawatdaruratan di AS dan Eropa, mengarah ke diagnosis berikut:
1. kondisi muskuloskeletal
2. penyakit gastrointestinal
3. penyakit kardiovaskular serius
4. penyakit arteri koroner stable
5. penyakit arteri koroner unstable
6. penyakit psikiatris atau psikososial
7. penyakit paru-paru
8. nyeri dada nonspesifik

Untuk lebih spesifiknya, maka beberapa kemungkinan nyeri dada yang umum dijumpai:
1. sindrom koroner akut
2. angina stable
3. emboli paru-paru
4. pneumonia
5. pleuritis akibat virus
6. Gastroesofageal refluks disease
7. kostokondritis
8. gangguan cemas
9. gangguan panik

Dua pertanyaan singkat dan sederhana sebagai screening awal untuk mendiagnosis gangguan panik:
1. 'Dalam enam bulan terakhir, apakah Anda pernah merasakan atau mengalami serangan mendadak Anda merasa takut, cemas, atau menjadi sangat gelisah?'

2. 'Dalam enam bulan terakhir, apakah Anda pernah merasakan atau mengalami serangan mendadak, berupa jantung Anda tiba-tiba berdenyut tak teratur, Anda merasa lemah/pucat, atau Anda kesulitan bernapas?'

Petunjuk singkat lainnya yang dapat dikemukakan di sini, menurut riwayat perjalanan penyakit dan pemeriksaan fisik penderita. Bila dokter menemukan nyeri dada yang menjalar ke kedua lengan, hipotensi, bunyi gallop S3, diaforesis, nyeri dada pleuritik, dengan palpasi (di tender area) menimbulkan nyeri dada, maka dokter akan mencurigai adanya infark miokard. Diagnosis infark miokard berdasarkan Rouan Decision Rule.

Bila dokter menemukan egofoni, perkusi pekak (dullness), demam, maka mengarah ke diagnosis pneumonia. Untuk mendiagnosis pneumonia pada dewasa dengan batuk akut, maka dokter menggunakan Diehr Rule.

Bila ada sesak napas atau ada upaya tambahan saat bernapas normal, maka ada indikasi gagal jantung.

Sebagai pemeriksaan penunjang, maka dokter akan merekomendasikan ECG 12 lead, foto rontgen (chest radiograph), pemeriksaan biomarker untuk kerusakan otot jantung (myocardial) berupa: creatine kinase, MB isoenzyme of creatine kinase (CK-MB), troponin T, dan troponin I.

Problematika Nyeri Dada dan Gangguan Denyut Jantung yang anda alami ini hendaklah segera dikonsultasikan ke dokter, mengingat ada banyak kemungkinan diagnosis yang berpeluang Anda alami. Selagi belum terlambat, maka bergegaslah menemui dokter keluarga Anda, untuk berkonsultasi dan mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan penatalaksanaan yang sesuai.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

Dokter Dito Anurogo, penulis 18 buku, S-2 IKD Biomedis FK UGM Yogyakarta.(hrn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit