detikhealth

Konsultasi Umum
dr. Dito Anurogo

Penulis 17 buku dan sedang studi S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.

Mengatasi Sakit Kepala Tak Kunjung Sembuh

Suherni Sulaeman - detikHealth
Jumat, 09/12/2016 15:19 WIB
Mengatasi Sakit Kepala Tak Kunjung SembuhFoto: iStock
Jakarta, Dok saya mau tanya, sudah 1 tahun lebih saya sakit kepala setiap hari bahkan kalau sudah terlalu sakit sampai dilarikan ke IGD. Setiap hari kepala saya terasa sakit dan berat seperti ditekan. Sudah sering saya periksa ke dokter keluarga dan katanya hanya kecapaian.

Saya juga sudah periksa ke dokter umum biasa katanya ada indikasi sinusitis dan terakhir saya periksa ke spesialis saraf tapi dokternya bilang tidak apa-apa hanya sakit kepala biasa dan saya selalu dapat obat hanya obat-obat yang saya minum hanya menghilangkan sakit kepala hanya sesaat saja Dok tidak bisa menyembuhkan.

Kira-kira saya ada indikasi sakit apa Dok? Dan tindakan apa yang harus saya lakukan? Karena kebanyakan dokter bilang cuma sakit kepala biasa sedangkan ini tidak bisa sembuh. Mohon Dok petunjuknya. Terimakasih.

Liza (Wanita, 26 tahun)

Jawaban

Dear Liza Taniya, kasusmu ini unik dan menarik. Mari kita bahas sesuai literatur medis.

Di dalam diagnosis sakit kepala, ada yang disebut red flag, yakni tanda-tanda kegawatdaruratan, seperti;
1. Sakit kepala dengan onset akut. Bila ada tanda ini, dan setelah pemeriksaan neuroimaging dan pungsi lumbal, maka dokter akan mempertimbangkan diagnosis perdarahan subarahnoid, perdarahan karena ada massa atau AVM, lesi massa [terutama di fossa posterior].

2. Sakit kepala dengan pola yang memburuk. Bila dijumpai tanda ini dan setelah pemeriksaan neuroimaging, maka dokter akan mempertimbangkan diagnosis lesi massa, hematoma subdural, penggunaan obat-obat yang berlebihan.

3. Sakit kepala dengan kanker, HIV, atau penyakit sistemik lainnya [demam, kaku leher, ruam kulit]. Bila dijumpai tanda ini dan setelah melalui pemeriksaan neuroimaging, pungsi lumbal, biopsi, tes darah, maka dokter akan mempertimbangkan diagnosis meningitis, ensefalitis, penyakit Lyme, infeksi sistemik, penyakit vaskuler kolagen, arteritis.

4. Tanda-tanda neurologis fokal, atau gejala selain aura sensoris atau visual khas. Bila dijumpai tanda ini dan setelah menjalani pemeriksaan neuroimaging, evaluasi vaskuler kolagen, maka dokter akan mempertimbangkan diagnosis lesi massa, AVM, penyakit vaskular kolagen.

5. Papilloedema. Bila ada tanda ini dan setelah melalui pemeriksaan neuroimaging dan pungsi lumbal, maka dokter akan mempertimbangkan diagnosis lesi massa, pseudotumor, ensefalitis, meningitis.

6. Sakit kepala dipicu oleh batuk, bekerja keras, atau manuver Valsalva. Bila ada tanda ini dan setelah melalui pemeriksaan neuroimaging dan pertimbangan untuk pungsi lumbal, maka dokter akan berpikir ke arah diagnosis perdarahan subarahnoid atau lesi massa.

7. Terdapat lebih dari 21 diagnosis banding sakit kepala sekunder yang menyerupai sindrom sakit kepala benigna kronis.

8. Ada kemungkinan pula mengarah ke gangguan somatisasi, gangguan factitious, malingering, atau psikosomatis. Kemungkinan ini perlu dibicarakan lebih lanjut dengan psikiater.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

Dokter Dito Anurogo, penulis 18 buku, S-2 IKD Biomedis FK UGM Yogyakarta.(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit