detikhealth

Kaleidoskop 2016

Maret: Menkes Kaitkan ASI dengan Kesehatan Mental Anak

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 26/12/2016 15:20 WIB
Maret: Menkes Kaitkan ASI dengan Kesehatan Mental AnakFoto: iStock
Jakarta, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengaitkan pemberian ASI (Air Susu Ibu) dengan kesehatan mental. Namun di bulan Maret 2016, hal ini menjadi heboh karena dilontarkan usai menyinggung maraknya akses pornografi di kalangan anak sekolah.

Mulanya Menkes Nila menuturkan pemberian ASI bisa berdampak positif pada kesehatan mental si anak. Menurutnya, ASI tidak hanya sekadar memberi asupan pada anak tetapi juga bagian dari stimulasi.

"Dielus kepala anak sambil disusui kan itu bikin anak dapat kedamaian dan chip otaknya jadi lebih banyak," katanya.

Setelah berbicara ASI, Menkes Nila juga menyinggung soal perilaku negatif yang dilakukan beberapa anak, misalnya mengakses pornografi. Menkes Nila memang tidak menyebut adanya hubungan dengan ASI, meski sebelumnya sempat menyampaikan keprihatinannya terhadap akses pornografi di kalangan anak sekolah. Butuh penelitian sangat mendalam untuk mengaitkan keduanya. Ia lebih menekankan pengaruh ASI pada kesehatan mental secara umum.

Terkait pemberian ASI, berdasarkan hasil laporan World Breastfeeding Trends Initiative (WBTi) pada 2012 menempatkan Indonesia pada peringkat 48 dari 51 negara yang mendukung pemberian ASI eksklusif. Saat itu, lembaga tersebut mencatat hanya 27,5 persen ibu di Indonesia yang memberikan ASI eksklusif.

Terlepas dari kehebohan yang muncul, kekhawatiran terhadap maraknya akses pornografi sesungguhnya cukup beralasan. Dari data yang dirilis sebuah situs porno terkemuka di AS pada 2014 lalu menunjukkan peningkatan akses konten dewasa oleh pengguna internet asal Indonesia.

Peningkatan tersebut cukup signifikan, yakni sebesar 457 persen sehingga menempatkan Indonesia di urutan kedua negara penyumbang lonjakan trafik pengunjung situs porno terbesar di dunia. Urutan pertama ditempati oleh Turki dengan peningkatan 635 persen.

Secara kebetulan kaitan antara pemberian ASI dengan tingginya akses pornografi juga ditemukan relevan pada tiga negara lainnya, yaitu Bolivia, Pakistan dan Uruguay. Makin rendah skor laktasinya, lonjakan akses konten dewasanya juga tercatat semakin tajam.

Meski demikian, di sejumlah negara seperti Brazil, akses konten dewasanya tetap tinggi walaupun skor laktasinya tercatat tinggi.

Berdasarkan hasil studi Lancet Breastfeeding Series, jumlah prevalensi ibu menyusui di Indonesia telah mencapai 65 persen. Jumlah ini meningkat dibandingkan yang tercantum dalam data Riset Kesehatan Dasar 2013 yang hanya sebesar 38 persen.

Baca juga: Pemberian ASI Vs Akses Pornografi https://health.detik.com/read/2016/03/24/100830/3172144/763/pemberian-asi-vs-akses-pornografi(lll/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit