detikhealth
Konsultasi Laktasi
dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC

Dokter Laktasi dan Ibu Menyusui di RS Permata Depok
Ketua Tim Laktasi RS Permata Depok
Koordinator Pelatihan Manajemen Laktasi Perinasia Pusat

Berapa Mililiter ASI Perah untuk Bayi Usia 6 Bulan?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Selasa, 27/12/2016 13:18 WIB
Berapa Mililiter ASI Perah untuk Bayi Usia 6 Bulan?Foto: Thinkstock
Jakarta, Selamat siang Dokter, saya mau tanya, saya ibu bekerja dan setiap hari saya memerah ASI, tapi kalau sudah pulang kerja saya menyusui bayi secara langsung. Yang saya mau tanyakan, berapa mililiter ASIP yang diberikan pada bayi saya yang berumur 5 bulan 2 minggu? Bayi saya perempuan. Terimakasih.

Lusiana (Wanita, 25 tahun)

Jawaban

Selamat siang Ibu Lusiana,

Hebat sekali Ibu masih menyusui anak Ibu walaupun Ibu bekerja. Perlu ibu ketahui, prinsip menyusui, baik menyusui langsung atau pemberian ASI Perah (ASIP) pada bayi, adalah semau bayi, jadi tidak perlu ditakar dalam ukuran ml (mililiter). Yang penting dalam hal ini adalah memberikan ASIP dengan media dan cara yang tepat, yaitu sebaiknya diberikan fresh ASIP (ASI perah segar) dengan gelas (cup feeding), sehingga bayi akan minum ASIP sesuai dengan kebutuhannya. Seringkali Ibu bekerja memberikan ASIP yang sudah lama disimpan dengan media dot, yang berakibat bayi minum melebihi kebutuhannya (over feeding).

Pemberian ASIP yang segar sangatlah penting karena komposisinya sesuai dengan usia bayi saat itu. Hal ini disebabkan karena komposisi ASI yang selalu berubah setiap waktunya mengikuti kebutuhan bayi.

Pemberian ASIP juga tidak boleh menggunakan media dot karena dapat menyebabkan masalah menyusui, masalah pada ibu, maupun masalah pada bayi. Penggunaan dot atau empeng dapat menimbulkan bingung puting, yaitu keadaan dimana bayi tidak mau menyusu lagi ke payudara ibu karena mekanisme hisapan yang berbeda antara menghisap dot dan memerah payudara. Hal ini juga yang menyebabkan produksi ASI ibu yang lambat laun akan menurun akibat tidak efektifnya hisapan bayi ke payudara setelah bayi mengenal dot.

Dot juga sangat rentan kontaminasi karena karetnya yang merupakan media tumbuh kuman yang sangat baik dan karena banyaknya zat merugikan hasil reaksi plastik yang dipanaskan setiap hari, yang semakin lama semakin banyak terakumulasi dalam tubuh bayi, sehingga menurunkan daya tahan tubuh bayi dan bayi menjadi sangat rentan terkena penyakit infeksi, walaupun dot berisi ASI.

Selain itu, dot juga dapat menimbulkan masalah gigi dan maloklusi rahang, serta jauh lebih tinggi risiko tersedak dibandingkan pemberian dengan media gelas atau sendok. Anak yang terlanjur mengenal dot juga akan sulit sekali disapih dari dot saat sudah beranjak besar, sehingga akan mempengaruhi sisi psikologis anak tersebut bila tidak berhasil dipisahkan dari dot saat berusia 2 ahun, terlebih lagi jika sampai melewati batas 3 tahun. Hal tersebut akan mempengaruhi kemandirian sang anak di masa depan dan juga dalam hal mengambil keputusan.

Bila dengan cup feeding bayi terkesan minum sedikit saat Ibu bekerja, maka akan terjadi mekanisme pemenuhan kebutuhan bayi saat ibu sudah pulang ke rumah dengan menyusu langsung, dimana bayi akan tampak gencar menyusu selama ibu di rumah. Proses menyusui pada malam hari ini juga dapat meningkatkan hormon prolaktin yang dapat menjaga produksi ASI.

Namun sangat penting untuk memantau tanda kecukupan ASI pada bayi Ibu selama proses menyusui sambil bekerja. Oleh karena itu, kami sarankan Ibu dan bayi untuk berkonsultasi ke klinik laktasi. Untuk lebih jelasnya juga, bila Ibu masih menggunakan dot, Ibu disarankan segera ke klinik laktasi bersama keluarga dan pengasuh untuk diajarkan manajemen laktasi pada ibu bekerja.

Diantaranya mengenai perah ASI, ASIP handling (penyimpanan dan penyajian ASI Perah), fresh ASIP (ASI Perah segar), pemberian dengan gelas (cup feeding), dan semua tips-tips agar tetap lancar menyusui walaupun ibu bekerja. Saat sesi tersebut, pengasuh bayi akan diajarkan dengan dicontohkan dan dipraktekkan langsung bagaimana memberikan ASIP yang baik dengan gelas sampai pengasuh lancar dan merasa percaya diri melakukannya.

dr. Asti Praborini, SpA, IBCLC
Dokter Laktasi dan Ibu Menyusui di RS Permata Depok
Ketua Tim Laktasi RS Permata Depok
Koordinator Pelatihan Manajemen Laktasi Perinasia Pusat
www.rspermatadepok.com(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit