detikhealth

Konsultasi Umum
dr. Dito Anurogo

Penulis 17 buku dan sedang studi S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.

Hubungan Asam Lambung dengan Perut Buncit

Suherni Sulaeman - detikHealth
Kamis, 29/12/2016 13:15 WIB
Hubungan Asam Lambung dengan Perut BuncitFoto: thinkstock
Jakarta, Dear dr Dito Anurogo, saya punya penyakit asam lambung, dan semenjak itu perut saya menjadi buncit. Apakah penyakit asam lambung bisa menyebabkan perut buncit? Padahal saya sudah mengurangi makan menjadi 2 kali sehari selama mempunyai penyakit asam lambung ini.

Saya juga masih mengkonsumsi obat asam lambung seperti ranitidin, polysilen, omeprazole sudah hampir sebulan lebih. Apakah obat yang selama ini saya konsumsi ini juga menyebabkan perut buncit? Jika mohon dikasih tau obat apa yang bagus dan cara penggunaannya. Terimakasih.

Arif (Pria, 30 tahun)

Jawaban

Perut buncit terkait dengan timbunan lemak di perut. Dari pengamatan empiris, didapatkan fakta bahwa orang yang setelah makan terbiasa langsung tidur atau tidur-tiduran, maka perutnya cenderung menjadi buncit. Bedakan dengan perut kembung. Lebih dari 90 persen pasien dengan IBS [irritable bowel syndrome], memiliki gejala perut kembung.

Saya belum menemukan literatur atau riset yang menghubungkan antara asam lambung, penyakit asam lambung, obat-obatan tertentu, dengan kejadian perut buncit.

Mas Arif menyebutkan telah mengonsumsi tiga jenis obat selama hampir sebulan lebih. Sayangnya Anda belum menyebutkan tindakan ini atas anjuran siapa dan bagaimana Anda mengonsumsinya. Saran saya, kalau bukan rekomendasi dokter, stop membeli obat atas inisiatif sendiri. Hentikan konsumsi obat sekarang juga. Sebab, semua obat memiliki efek samping yang berpotensi timbul dan membahayakan peminumnya.

Efek samping Ranitidine adalah sakit kepala, konstipasi, diare, mual, muntah, nyeri atau rasa tidak nyaman di perut.

Polysilane (simethicone) memiliki efek samping reaksi alergi, seperti sulit bernapas, bengkak (di wajah, bibir, lidah, tenggorokan), hives (gatal, bintik merah, bengkak).

Efek samping omeprazole adalah pusing, nyeri perut, mual, muntah, diare, gas, pada anak sering terjadi demam.

Obat yang bagus adalah yang memiliki kriteria berikut; tepat obat, tepat dosis, tepat pasien/klien/penderita, tepat cara/rute pemberian, tepat waktu, tepat dokumentasi/pencatatan, tepat edukasi, tepat evaluasi, tepat informed consent, tepat pengkajian, tepat reaksi dengan makanan, tepat reaksi dengan obat lain.

Jadi, bila hendak mengonsumsi obat, berkonsultasilah langsung kepada dokter, untuk menghindari efek samping atau interaksi obat dengan makanan/obat lainnya.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Dokter Dito Anurogo, penulis 18 buku, S-2 IKD Biomedis FK UGM Yogyakarta.(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit