detikhealth

Mengenal Gangguan Penyesuaian Seperti yang Dialami Mantan Pilot Citilink

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Rabu, 11/01/2017 11:01 WIB
Mengenal Gangguan Penyesuaian Seperti yang Dialami Mantan Pilot CitilinkMantan pilot Citilink, Tekad Purna, usai diperiksa BNN (Foto: Okky Budi Permana/detikcom)
Jakarta, Mantan pilot maskapai penerbangan Citilink, Tekad Purna, tak terbukti mengonsumsi narkoba setelah menjalani pemeriksaan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) serta Balai Kesehatan Penerbangan.

Hasil pemeriksaan pada urine, rambut dan darah tidak menunjukkan adanya kandungan zat narkotika atau psikotropika. Meski begitu, hasil tes psikologis BNN menyebut tekad mengalami gangguan penyesuaian.

Dikutip dari CNN Indonesia, Kepala Bagian Humas BNN Slamet Pribadi menjelaskan Tekad diketahui mengalami penurunan emosi dan perasaan karena masalah yang dialaminya. Masalah itu, kata dia, bisa berkembang pada gangguan yang bersifat depresi.

Jadi apa sebenarnya gangguan penyesuaian? dr Andri, SpKJ dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera mengatakan sejatinya gangguan penyesuaian adalah masalah kesehatan jiwa yang bisa terjadi pada setiap orang. Gangguan penyesuaian muncul karena adanya stres yang berlangsung minimal dalam 3 bulan terakhir dan memengaruhi emosi serta perilaku seseorang.

Baca juga: Hati-hati, Depresi Akibat Perceraian Bisa Berujung Pada Penyakit

"Penyebabnya bisa stres karena putus hubungan atau perceraian, kehilangan pekerjaan, kematian orang yang dicintai, penyakit serius atau mengalami perubahan besar dalam hidupnya. Bisa juga stres yang terjadi setelah mengalami kecelakaan, bencana alam atau menjadi korban kejahatan," tutur dr Andri kepada detikHealth, Rabu (11/1/2017).

dr Andri menekankan bahwa seseorang bisa didiagnosis mengalami gangguan penyesuaian jika sebelumnya mengalami stres. Stres inilah yang akhirnya menyebabkan seseorang mengalami putus asa, sedih, gugup atau sakit kepala.

Jika stres yang terjadi sangat berat, pasien gangguan penyesuaian juga bisa mengalami perilaku destruksif seperti berkelahi, mengemudikan kendaraan secara sembrono hingga vandalisme. Pada tahap ekstrem, seseorang juga berisiko menggunakan alkohol atau obat-obatan.

"Gejala lainnya adalah perubahan nafsu makan, susah tidur dan sering merasa lelah. Secara gejala memang mirip depresi," tuturnya.

Dijelaskan dr Andri, tidak semua gangguan penyesuaian butuh pengobatan. Bahkan menurutnya gangguan penyesuaian bisa hilang sendiri dengan syarat stressor atau penyebab stres yang sebelumnya dirasakan sudah hilang.

"Misalnya ada orang stres karena utang menumpuk dalam jumlah besar hingga dikejar debt collector dan mengalami gangguan penyesuaian. Ketika utangnya lunas, gangguan penyesuaiannya ini bisa hilang sendiri, karena penyebab stresnya sudah tidak ada," terangnya.

Baca juga: Kenali, Berbagai Gejala PTSD yang Bisa Terjadi Pasca Bencana Psikososial(mrs/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit