detikhealth

2 Tahun Berjalan, Ini Capaian yang Diraih Tim Nusantara Sehat

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 11/01/2017 16:31 WIB
2 Tahun Berjalan, Ini Capaian yang Diraih Tim Nusantara SehatFoto: Tim Nusantara Sehat yang tugas di Papua/Firdaus ANwar
Jakarta, Sudah dua tahun, tepatnya sejak tahun 2015 program Nusantara Sehat (NS) berjalan. Selama itu pula, apa saja capaian yang berhasil didapat tim NS? Untuk itu, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI melakukan evaluasi kualitatif sebagai bentuk monitoring dan evaluasi berjalannya program ini.

Kepala Balitbangkes Kemenkes RI dr Siswanto, MHP, DTM menjelaskan evaluasi dilakukan pada tim NS batch 1 dan 2 yang terdiri dari 120 tim yang ditempatkan di 120 puskesmas di Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) dan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK).

"Meski monitoring dan evaluasi ini dilakukan secara kualitatif, secara umum tim NS mampu menjadi agent of change, membuat puskesmas lebih baik dalam pelayanan di gedung dan di luar gedung misalnya penyuluhan dan sebagainya. Kemudian, kinerja puskesmas juga jadi lebih baik," kata dr Sis di gedung Kementerian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/1/2017).

Kemudian, hasil capaian tim NS menunjukkan terjadinya peningkatan pada kesehatan masyarakat di berbagai bidang di masing-masing daerah. Misalnya, angka kejadian diare turun sampai 80 persen di Puskesmas Empanang, Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Lalu, pasien kusta kjadi lebih terdata dan terjadi pengingkatan kepatuhan minum obat yang mencapai 89,47 persen di Puskesmas Morotai, Maluku Utara.

Baca juga: Seleksi Ketat Nusantara Sehat, Kemenkes: Yang Terpilih Pasti Nggak Cengeng

"Kinerjanya bagaimana? Baik. Saat pembekalan kan tim diminta membuat Plan of Action (POA) ini disesuaikan dengan persoalan karena Balitbang juga sudah memberi fact sheet. Cakupan program juga meningkat dan banyak program yang aktif kembali contohnya Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Respons puskesmas jadi meningkat kan ada tim yang solid. Untuk itulah, NS bisa jadi agent of change yang mendorong puskes berkinerja lebih baik," tambah dr Sis.

Sedangkan dalam prosesnya, termasuk perekrutan dikatakan dr Sis ada hal-hal kecil yang mesti diperbaiki. Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan, Kemenkes RI, drg Usman Sumantri MSc mengatakan selama dua tahun pertama, tim NS berhasil mengidentifikasi permasalahan kesehatan di masing-masing daerah dan melakukan penguatan tenaga kesehatan di puskesmas setempat. Sehingga, penanganan sesuai kebutuhan masyarakat bisa dilakukan.

Baca juga: Pesan Menkes pada Peserta Nusantara Sehat: Harus Mampu jadi Ujung Tombak

"Misalnya, pembinaan pengelolaan lombah medis, manajemen pelayanan kesehatan yang lebih terstruktur, dan pelatihan medis bagi sebagian besar kader posyandu yang dilakukan di beberapa puskesmas di Kalbar, Maluku Barat Daya, Maluku Utara, dan Papua," kata drg Usman.

Nusantara Sehat merupakan program yang dicanangkan Kemenkes RI dalam upaya peningkatan dan penguatan akses pelayanan kesehatan primer. Satu tim NS terdiri dari 5 sampai 9 orang yang terdiri dari profesi dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, ahli laboratorium medik, tenaga gizi, dan tenaga kefarmasian.

Sejak tahun 2015 sampai 2016, sudah ada 1.422 tenaga kesehatan yang terdiri dari 251 tim ditempatkan di 251 Puskesmas di Daerah Tertinggal Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) dan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK). Di tahun 2017 ditargetkan ada 188 tim NS yang ditempatkan di DTPK dan DBK.(rdn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit