Hari Gizi Nasional Indonesia

IDI: Kurikulum Studi DLP Tak Jauh Berbeda dari yang Sudah Ada

Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 11/01/2017 17:35 WIB
IDI: Kurikulum Studi DLP Tak Jauh Berbeda dari yang Sudah AdaFoto ilustrasi: Muchus
Jakarta, Salah satu hal yang dipertentangkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terhadap hadirnya program studi baru Dokter Layanan Primer (DLP) adalah karena tak jauh berbeda dari studi kedokteran yang sudah ada. Menurut IDI bila DLP diteruskan maka hanya pemborosan dan sebuah kekeliruan.

Ketua PB IDI Profesor Dr dr Oetama Marsis, SpOG, mengatakan bahwa hampir 80 persen kurikulum untuk DLP sama dengan studi kedokteran keluarga. Oleh karena itu bila program diteruskan akan ada tumpang tindih.

"DLP itu tidak melalui aturan baku menurut pendidikan kedokteran. Misal contohnya kalau kita bikin program studi baru dia tidak boleh tumpang tindih dengan program studi lain. Kalau kita lihat DLP ini hampir 80 persen konten pendidikannya sudah ada di pendidikan dokter keluarga," ungkap Prof Marsis ketika ditemui di Kantor PB IDI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).

Baca juga: Alasan IDI Masih Keberatan dengan Prodi DLP

"Jadi kalau kita mau bilang ini program studi baru, harus lebih dari 60 persen kontennya adalah program pendidikan yang baru. Kalau saya mau bikin program studi bedah dia harus berbeda dengan program studi bedah yang lain. Harus ada kompetensi yang berbeda," lanjut Prof Marsis.

IDI menyarankan agar pemerintah lebih baik memperbaiki kurikulum dan fasilitas praktik dokter yang sudah ada daripada membuat program studi baru. Alasannya bila dilihat dari kurikulum saat ini seharusnya dokter umum sudah cukup kompeten untuk menangani pasien di fasilitas kesehatan primer seperti puskesmas atau klinik umum.

Mengapa sampai saat ini tetap masih banyak rujukan bukan karena kurang kemampuan melainkan karena fasilitas yang tak memadai.

"Masalah terbesar rujukan itu kan karena sarananya belum lagi obat. Jangan salahkan fakultas kedokteran, Salahkan yang mengatur tempat kerja dokter yang tidak becus," kata dr Muhammad Akbar dari bidang pendidikan kedokteran masa kini dan mendatang PB IDI.

Baca juga: Antusias Kuliah Dokter Layanan Primer, Rumah Dekan Sampai Diketuk untuk Daftar(fds/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close