detikhealth
Konsultasi Umum
dr. Dito Anurogo

Penulis 17 buku dan sedang studi S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.

Mata Kering, Apa Sebabnya?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Kamis, 19/01/2017 16:47 WIB
Mata Kering, Apa Sebabnya?Foto: thinkstock
Jakarta, Selamat sore Dokter, saya punya masalah soal mata. Beberapa bulan terakhir mata saya seperti kering, bawaannya ingin merem saja. Sudah pernah periksa di rumah sakit swasta di Jakarta Barat, kata dokter yang periksa bahwa saya harus pakai kaca mata plus. Tapi setelah pakai masih saja saya rasakan hal yang sama pada mata saya seperti sebelumnya. Terimakasih Dokter.

Alun (Pria, 43 tahun)

Jawaban

Berdasarkan penelitian kohort di Beaver Dam Offspring, prevalensi mata kering dilaporkan sebanyak 14,5 persen (17,9 persen perempuan dan 10,5 persen pria). Adapun beberapa faktor risiko kejadian mata kering meliputi: usia, jenis kelamin perempuan, perubahan hormonal (terutama karena menurunnya androgen), penyakit sistemik (diabetes mellitus, penyakit Parkinson), pemakaian lensa kontak, penggunaan obat-obatan sistemik (antihistamin, antikolinergik, estrogen, isotretinoin, selective serotonin receptor antagonists, amiodarone, nicotinic acid), pengobatan mata, defisiensi nutrisi (misalnya defisiensi vitamin A), penurunan sensasi kornea, operasi mata (terutama terkait operasi refraktif kornea), lingkungan dengan kelembaban rendah.

Mata kering memang terkadang sulit diobati. Salah satunya karena beragam diagnosis banding dari mata kering itu sendiri, seperti:
1. Blefaritis
2. Konjungtivitis (alergi, virus)
3. Keratokonjungtivitis atopik dan vernal
4. Bell Palsy
5. Sindrom Floppy Eyelid
6. Keratopati neurotropik
7. Rosacea okuler
8. Keratokonjungtivitis superior limbik
9. Oftalmopati tiroid
10. Keratopati toksik
11. Sindrom Sjogren primer
12. Sindrom Sjogren sekunder
13. Disfungsi kelenjar Meibom
14. Keratoconjunctivitis sicca
15. Infeksi mikroba atau mikroorganisme lainnya

Solusi terbaik adalah segera memeriksakan diri ke dokter keluarga atau dokter spesialis mata terdekat untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. Boleh jadi dokter akan memberikan air mata buatan atau merekomendasikan agen imunosupresif (cyclosporine topikal).

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

Dokter Dito Anurogo, penulis 18 buku, S-2 IKD Biomedis FK UGM Yogyakarta.(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit