detikhealth

Doctor's Life

dr Niko Dalami Kardiologi karena Banyak Kerabat yang Sakit Jantung

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Jumat, 20/01/2017 11:30 WIB
dr Niko Dalami Kardiologi karena Banyak Kerabat yang Sakit JantungFoto: Radian Nyi S
Jakarta, Punya pengalaman orang di sekitar mengalami masalah kesehatan, bisa jadi motivasi seseorang untuk terjun ke bidang kesehatan. Seperti yang dilakukan dr Nikolas Wanahita, MD, MHA, FACC, FSCAI.

dr Niko, begitu ia akrab disapa mengaku sejak duduk di bangku SMA sudah mulai tertarik dengan bagian jantung. Apalagi, ia melihat cukup banyak keluarga dan temannya yang mengalami sakit jantung.

"Dan kalau saya observasi, kalau terapinya betul itu (penyakit jantung) adalah sesuatu yang bisa disembuhkan. Nggak seperti kanker, kalau kanker kan agak susah, butuh waktu lama dan nggak bisa sembuh total kadang-kadang," tutur dr Niko ditemui usai peluncuran Health Continuum Space di Philips APAC Centre, Toa Payoh, Singapura, Kamis (19/1/2017).

Sementara, pada penyakit jantung, ketika dilakukan pencegahan sebaik mungkin dan terapi yang cepat dan tepat, maka kondisi pasien bisa direverse atau dengan kata lain bisa normal kembali.

"Jadi untuk saya itu sangat menarik ya," ujar pria yang kini menjabat Medical Director Gramercy Heart and Vascular Centre, Mounth Elizabeth Novena Hospital Singapura.

Sebagai kardiolog, dr Niko mengadu ada tantangan tersendiri. Meski menurut dia, tantangannya lebih pada sebagai dokter jantung, dr Niko yakin bahwa dia mesti mengikuti perkembangan teknologi dan perkembangan di bidang kardiologi. Jika sebagai kardiolog tidak bisa mengikuti perkembangan, dr Niko merasa tidak dapat memberi pelayanan optimal pada pasiennya.

Sebagai dokter, dr Niko juga memegang prinsip bahwa ia mesti mendengarkan pasien. Sebab, tiap pasien punya karakter berbeda-beda. Termasuk untuk waktu konsultasi, menurut dr Niko tidak bisa terlalu cepat, misalnya satu pasien dibatasi waktu konsultasinya hanya 5 menit.

"Saya total 17 tahun kuliah S1, S2, S3 di Amerika. Setelah S3 ambil spesialis lain dulu, internis 3 tahun lalu jantung, lalu bagian intervensi penyakit jantung 2 tahun. Selama itu saya juga kerja praktik, pegang pasien. Sempat juga 3 sampai 5 tahun praktik di New York. Saya juga ngajar. Ya, kurang lebih sudah 20 tahunlah saya berkecimpung di bidang kardiologi," terang dr Niko.

Dalam keseharian, dokter berusia 42 tahun ini juga kerap menjadi pembicara dalam konferensi kardiologi, termasuk yang diselenggarakan di Indonesia. Ia merasa senang bisa menjadi pembicara karena dengan begitu, ia bisa membagi ilmu yang dimiliki.

Baca juga: Jadi Dokter Kanker Anak, dr Anky Tetap Tegar dan Melayani dengan Hati

(rdn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close