detikhealth

Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/

Cara Memberi Pengertian pada Istri yang Keras Kepala

Suherni Sulaeman - detikHealth
Jumat, 20/01/2017 17:27 WIB
Cara Memberi Pengertian pada Istri yang Keras KepalaFoto: thinkstock
Jakarta, Dear Bu Wulan, saya mau menanyakan bagaimana cara memberi pengertian pada istri yang bersikap keras kepala dan mau menang sendiri? Dan lagi sikapnya yang tidak mau diberi masukan ataupun saran. Dia tetap keukeuh pada pendirian dia, meskipun sebenarnya sesuatu hal itu bisa berubah mengikuti perkembangan yang ada. Terimakasih.

Agus (Pria)

Jawaban

Dear Mas Agus,

Berhadapan dengan pasangan yang keras kepala memang melelahkan ya, apalagi ketika Anda merasa sebagai pihak yang terus menerus mengalah. Ada banyak hal yang membuat seseorang menjadi keras kepala. Misalnya, ia sangat persisten dalam melakukan sesuatu, hanya saja persistennya dalam hubungan tidak disadari membuat pasangannya lelah. Atau, selama ini ia terbiasa untuk mendapatkan apa yang ia mau.

Namun, yang saya tangkap dari cerita Anda keras kepala Istri muncul karena ia tidak mau berubah. Orang yang tidak mau berubah biasanya memiliki kecemasan yang besar di dalam dirinya akan perubahan, sehingga ia lebih menyukai hal-hal yang ia bisa kontrol. Biasanya ia tampil sebagai orang yang lebih menyukai hal-hal yang sifatnya sudah biasa, stabil dan dapat diprediksi. Istilah mudahnya senang berada di dalam zona nyaman-nya. Keras kepala akhirnya muncul karena ia tidak mau keluar dari zona nyamannya yang dapat membuat ia kehilangan kontrol.

Coba Anda perhatikan kapan saja 'keras kepala'-nya muncul? Apakah untuk semua hal, atau hanya hal-hal tertentu saja? Anda dapat mencari tahu lewat orangtuanya, saudara kandungnya, teman kantor, sahabat-sahabat, ataupun orang-orang lain yang berinteraksi dengan istri Anda. Anda bisa sekalian bertanya bagaimana sifat aslinya selama ini, dan apa yang mereka lakukan ketika istri seperti itu.

Jika keras kepala pasangan lebih banyak terjadi dalam hubungannya dengan Anda, bisa jadi karena ia mulai membuka sifat aslinya seiring bertambahnya usia pernikahan. Maksudnya, bisa saja apa yang ia lakukan saat ini adalah reaksi atas apa yang Anda lakukan. Kalau memang seperti itu, kabar baiknya adalah perubahan bisa dimulai dari Anda, tak harus menunggu dia.

Jika ternyata Anda menemukan keras kepala ini sudah berlangsung lama dan terjadi pada setiap aspek dan relasi sosialnya, kemungkinan ada masalah lain yang belum disadari oleh pasangan Anda. Dalam menghadapi orang seperti ini, memberi masukan atau saran tidak akan mempan. Sangat mungkin pembicaraan tak bisa berjalan hanya sekali saja, jadi jangan mudah menyerah. Kalau ia keras kepala karena tidak mau berubah, berarti kita juga tidak bisa keras kepala dengan melakukan pendekatan dengan cara yang sama.

Yang dapat dilakukan justru lebih banyak bertanya dan biarkan dia bercerita dan menjelaskan alasan-alasannya untuk tidak mau berubah. Validasi perasaan-perasaan yang muncul, entah itu kekhawatiran yang terselubung dengan kata-kata yang mengekspresikan kemarahan atau keras, entah itu kesedihan, dsb. Gunakan kata-katanya dari dirinya sendiri untuk mengarahkan perubahan, seakan-akan keinginan tersebut berasal dari dirinya sendiri.

Setelah mencoba berulangkali, jika perlu, Anda bisa mengajak orangtua atau siapapun yang Anda berdua percayai untuk ikut bicara dengan Anda berdua. Jika masih sulit juga, Anda bisa datang sendiri atau berdua kepada psikolog perkawinan/keluarga.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit