detikhealth
Konsultasi Umum
dr. Dito Anurogo

Penulis 17 buku dan sedang studi S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.

Penyebab Jantung yang Tiba-tiba Berdetak Kencang

Suherni Sulaeman - detikHealth
Senin, 23/01/2017 17:47 WIB
Penyebab Jantung yang Tiba-tiba Berdetak KencangFoto: thinkstock
Jakarta, Hai Dok, saya mau tanya kenapa ya akhir-akhir ini detak jantung saya suka kencang secara tiba-tiba? Sampai akhirnya saya jadi susah napas karena deg-degannya kencang sampai bikin saya gemetar dan akhirnya pernah sampai pingsan.

Waktu sakit pernah periksa tapi dokternya bilang tensi darah saya rendah, tapi apakah sampai jantung saya seperti itu? Apa ada kemungkinan saya terkena anemia? Terimakasih Dok.

Utari (Wanita, 20 tahun)

Jawaban

Dear Utari, terimakasih atas kepercayaannya kepada saya.

Saat jantung berdetak sangat kencang (takikardia), boleh jadi tidak dapat memompa darah secara efektif, sehingga suplai darah dan oksigen ke seluruh sel-sel tubuh belum tercukupi sepenuhnya. Hal ini menyebabkan munculnya beberapa tanda dan gejala, seperti napas pendek atau tersengal-sengal, sensasi kepala berputar seperti vertigo, nadi menjadi cepat, denyut jantung tidak teratur, nyeri dada, hingga pingsan.

Uniknya, sebagian orang dengan takikardia ini tidak mengalami gejala apapun, dan kondisi ini hanya diketahui dokter selama melakukan pemeriksaan medis saat medical check-up atau melalui uji monitoring jantung (electrocardiogram, EKG).

Penyebab takikardia ini beragam, seperti anemia (kekurangan hemoglobin darah), berolahraga, kerusakan jaringan jantung akibat penyakit jantung, ketidaknormalan jalur listrik di jantung saat lahir, stres yang berat dan mendadak (ketakutan, beban kehidupan, cemas, marah, banyak hutang, akan menghadapi ujian, dsb), tekanan darah tinggi atau rendah, terpapar asap rokok, kebiasaan atau hobi merokok, kondisi demam, meminum terlalu banyak alkohol atau minuman tinggi kafein, akibat efek samping obat-obat tertentu, penyalahgunaan zat/obat tertentu (misal kokain), ketidakseimbangan elektrolit, keadaan hormon tiroid yang overaktif (hipertiroidisme). Pada beberapa kasus, takikardia tidak diketahui penyebab pastinya.

Kondisi takikardia ini perlu ditegakkan diagnosisnya oleh dokter, mengingat ada beberapa diagnosis banding, seperti fibrilasi atrial akut dan kronis, atrial flutter, takikardia atrial, sindrom Wolff-Parkinson-White, takikardia atrial multifokal, fibrilasi ventrikel, takikardia ektopik junctional, dsb.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

Dokter Dito Anurogo, penulis 18 buku, S-2 IKD Biomedis FK UGM Yogyakarta.(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit