detikhealth

Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/

Kadang Ingin Nikah Tapi Juga Tak Mau Buru-buru, Harus Bagaimana?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Jumat, 27/01/2017 15:03 WIB
Kadang Ingin Nikah Tapi Juga Tak Mau Buru-buru, Harus Bagaimana?Foto: Thinkstock
Jakarta, Mbak Wulan, saya belum menikah sampai saat ini karena saya pikir saya masih mau berkarya. Menurut saya kalau sudah berumah tangga bisa jadi saya tidak seleluasa saat masih lajang dan harus fokus pada keluarga.

Beberapa kali memang sudah ada dorongan dari keluarga untuk menikah, tapi saya tanggapi itu dengan santai. Tapi ketika datang masalah, saya merasa kesusahan membagi itu sendiri, sehingga itu membuat saya jadi ingin cepat menikah.

Tapi saya juga tak mau terburu-buru menikah, saya plinplan. Bagaimana membuang kegelisahan ini? Mohon jawabannya ya Mbak Wulan. Terimakasih.

Aris (Pria, 31 tahun)

Jawaban

Dear Mas Aris,

Pernikahan memang sebaiknya dilakukan ketika seseorang sudah memiliki kesiapan mental, bukan karena ada tekanan atau paksaan dari keluarga. Kesiapan mental di sini tidak hanya kemauan untuk menikah atas keinginan sendiri, tetapi juga kesiapan bahwa akan ada penambahan peran dan tanggung jawab. Hal paling sederhana adalah, Anda tidak lagi memikirkan diri sendiri, tetapi juga pasangan Anda.

Jika yang Anda harapkan adalah teman untuk berbagi, memang menikah dapat memfasilitasi kebutuhan Anda. Hanya saja hubungan pernikahan tidak sesederhana itu. Selain jadi sumber kebahagiaan, pasangan juga bisa menjadi sumber kekecewaan atau masalah lho.

Kalau Anda menikah hanya karena ingin ada teman berbagi saat ada permasalahan, lalu bagaimana jika masalah tersebut datang dari pasangan Anda? Ada banyak hal lain yang perlu direncanakan dan dipersiapkan dalam pernikahan, termasuk di antaranya adalah keterampilan untuk menyelesaikan permasalahan.

Kalau melihat dari kasus Anda, kemungkinan besar yang Anda butuhkan adalah sesederhana teman berbagi. Secara umum, memang pada usia-usia 20an atau 30an, tidak bisa dipungkiri kita memiliki kebutuhan akan intimacy atau kebutuhan untuk merasa dekat dengan orang lain. Orang ini biasanya adalah pasangan, tetapi tidak selalu. Teman itu bisa teman satu kantor, teman yang memiliki hobi yang sama, teman komunitas, dll.

Jika keberadaan teman masih membuat Anda merasa kesusahan dan gelisah, sebaiknya konsultasikan langsung dengan profesional seperti psikolog klinis dewasa. Barangkali ada hal lain yang sebenarnya mengganjal Anda tetapi belum Anda sadari.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit