detikhealth

Kurang Asupan Hewani, Bayi Bisa Lahir Prematur

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selasa, 31/01/2017 07:02 WIB
Kurang Asupan Hewani, Bayi Bisa Lahir PrematurFoto: Thinkstock
Jakarta, Untuk menjaga kesehatan janin, ibu hamil disarankan mengonsumsi makanan bergizi. Namun bukan hanya sayur-mayur dan buah saja lho.

Penelitian terbaru yang dilakukan Norwegian University of Science and Technology menemukan, ibu hamil yang hanya makan sayur cenderung melahirkan bayinya secara prematur.

Ibu yang hanya makan sayur kemungkinan adalah seorang vegetarian. Itu berarti ia juga menghindari asupan hewani seperti daging, telur dan susu maupun produk turunannya. Padahal asupan hewani ini merupakan sumber utama dari vitamin B12 yang penting.

Menurut peneliti, kekurangan vitamin B12 ini meningkatkan peluang kelahiran bayi prematur sebesar 21 persen. Vitamin ini berperan penting bagi fungsi vital tubuh, termasuk memproduksi sel-sel darah merah dan pencernaan makanan.

Kekurangan vitamin B12 juga dapat menyebabkan anemia dan kerusakan pada sistem saraf bila dibiarkan dalam waktu lama, dan yang tak kalah penting, kekurangan vitamin ini juga dapat memicu komplikasi selama kehamilan.

Peneliti memperoleh fakta ini setelah mengamati kadar vitamin dalam tubuh 11.216 ibu hamil di 11 negara. Hasilnya sama saja meskipun negara yang diamati tergolong berpendapatan tinggi, sedang maupun rendah.

"Rendahnya konsentrasi vitamin ini diduga dapat memicu malnutrisi, yang diketahui bisa mempengaruhi berat lahir serta durasi kehamilan," jelas peneliti Tormod Rogne seperti dilaporkan Science Daily.

Buktinya, di negara dengan tingkat konsumsi hewani yang tinggi seperti Norwegia dan sejumlah negara di Eropa, hanya sedikit ibu hamil yang diketahui kekurangan vitamin B12. Sedangkan di negara di mana pola makan vegetarian lebih mendominasi seperti di India, persentase ibu hamil yang kekurangan vitamin B12 juga melebihi dua-pertiga.

Baca juga: Ini Efeknya Jika Kebanyakan Makan Gorengan Saat Program Hamil

Di sisi lain, temuan terbaru dari University of British Columbia, Kanada menyebut kurang mengonsumsi sayur-mayur dan buah pada ibu hamil dapat memicu sejumlah risiko pada janin, salah satunya risiko Alzheimer bila si anak sudah beranjak dewasa.

Ini karena kurangnya asupan alami vitamin dari sayu dan buah dapat menyebabkan gangguan pada produksi protein di otak yang berkaitan dengan fungsi saraf, termasuk mengganggu fungsi otak yang berkaitan dengan daya ingat.

Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi makanan yang nutrisinya berimbang, antara daging dan juga sayur serta buah-buahan. Yang dihindari adalah makanan olahan seperti gorengan dan makanan dengan tingkat nutrisi rendah seperti junk food.

Baca juga: Ibu Hamil Disarankan Kurangi Makanan Olahan Tepung dan Gula, Ini Alasannya

(lll/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit