detikhealth

Konsultasi Umum
dr. Dito Anurogo

Penulis 17 buku dan sedang studi S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis FK UGM Yogyakarta.

Perut Terasa Kembung Disertai BAB Cair, Kenapa Ya?

Suherni Sulaeman - detikHealth
Selasa, 31/01/2017 12:48 WIB
Perut Terasa Kembung Disertai BAB Cair, Kenapa Ya?Foto: thinkstock
Jakarta, Selamat pagi Dok, saya sudah 3 hari lebih mengalami BAB cair, padahal saya makan makanan seperti biasa. Perut terasa kembung/penuh dan ada suara angin dalam perut, kurang lebih 3x sehari bab cair.

Deny (Pria, 22 tahun)

Jawaban

Dari petunjuk minimalis di atas, ada kemungkinan saudara Deny menderita diare akut. Mengingat tidak ada pertanyaan, maka saya akan memberikan penjelasan singkat seputar diare akut.

Diare akut adalah perubahan dalam gerakan usus normal ditandai dengan perubahan konsistensi (lunak atau cair), serta peningkatan frekuensi lebih dari tiga kali per hari dengan episode kurang dari 14 hari. Penyakit diare ini telah menyebabkan lebih dari 2,5 juta orang meninggal dunia per tahun di seluruh dunia.

Dokter akan melakukan anamnesis secara komprehensif pada penderita diare, meliputi onset, durasi, karakteristik tinja (berdarah, cair, lendir), frekuensi dan kuantitas, gejala disentri (demam, tenesmus, keberadaan darah dalam tinja), haus, jumlah urin berkurang, mual, muntah, nyeri perut, kram, sakit kepala, mialgia, riwayat bepergian, riwayat mengonsumsi makanan terkontaminasi, riwayat konsumsi obat (antibiotik, antasida, antimotilitas, imunosupresi), riwayat penyakit (HIV/AIDS).

Prinsip terapi diare akut adalah penggantian cairan dan elektrolit, modifikasi diet, dan terapi obat oleh dokter. Pencegahan dehidrasi adalah prinsip intervensi terapeutik terpenting, untuk manajemen individu dengan diare akut.

Pada pasien sehat dan tidak dehidrasi, maka asupan cairan oral dapat diperoleh melalui soft drinks, jus buah, sup, kaldu daging, dsb. Cairan yang diberikan sebesar 50-200 mL/kg berat badan/24 jam, tergantung dari status hidrasi pasien.

Bila dehidrasi berat dan/atau kehilangan cairan berlebihan, maka dokter akan memberikan terapi rehidrasi oral atau cairan intravena Ringer laktat [melalui suntikan] dengan elektrolit isotonik yang mengandung glukosa atau tajin.

Tentang diet, tidak dianjurkan berpuasa. Makanan tinggi kalori diperlukan untuk memfasilitasi pembaruan enterosit. Pasien dianjurkan untuk mengonsumsi jus buah, teh, pisang, nasi, kentang, sup, tempe. Produk susu dan turunannya sementara tidak boleh dikonsumsi, karena defisiensi laktase transien (sementara) dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, enterik. Minuman berkafein dan alkohol dapat meningkatkan sekresi dan motilitas usus, sehingga harus dicegah.

Pemberian terapi berupa antidiare, antibiotik empiris, atau antimikroba sebaiknya dikonsultasikan ke dokter. Diare akut yang disebabkan oleh C. perfringens tidak boleh diberi antibiotik. Edukasi yang perlu diberikan kepada pasien adalah mencuci tangan dan kebersihan makanan.

Demikian penjelasan ini, semoga memberikan solusi.

Salam sehat dan sukses selalu.

Dokter Dito Anurogo, penulis 18 buku, S-2 IKD Biomedis FK UGM Yogyakarta.(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit