detikhealth

Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/

Kekerasan Antar Pasangan Hingga Dibawa Saat Bercinta

Suherni Sulaeman - detikHealth
Selasa, 31/01/2017 17:16 WIB
Kekerasan Antar Pasangan Hingga Dibawa Saat BercintaFoto: Thinkstock
Jakarta, Mbak, bagaimana cara menangani istri yang sering pukul saya Mbak? Beberapa waktu lalu kami terlibat pertengkaran, harus saya akui sih dulu istri saya takut kalau berakhir dengan kekerasan karena tidak sanggup melawan. Entah kenapa beberapa waktu yang lalu saya harus menerima pukulan nyasarnya di bagian intim saya.

Melihat reaksi saya, akhirnya istri saya mulai menyadarinya. Hal itu juga terbawa dalam kesehariannya, seolah-olah dia menikmati ketika saya kesakitan di bagian vital saya, sampai-sampai dalam berhubungan seks pun dia melakukan hal rersebut kalau belum puas. Kira-kira apa yang harus saya lakukan Mbak untuk menangani istri yang demikian?

Mr A (Pria, 30 tahun)

Jawaban

Dear Mr A,

Berdasarkan munculnya kata-kata 'takut berakhir dengan kekerasan', 'tidak sanggup melawan', 'menikmati saya kesakitan' dalam cerita Anda, biasanya mengindikasikan adanya hubungan yang tidak sehat. Salah satunya yang terlihat adalah ketidaksetaraan relasi antara suami dan istri yang membuat akhirnya salah satu pihak butuh menunjukkan bahwa ia memiliki kekuatan untuk melawan atau menimbulkan rasa takut. Yang menjalani peran dominan bisa saja bergantian.

Dari yang saya baca, bisa saja respons istri terjadi karena selama ini ia 'takut' untuk melawan Anda. Ketika ia menemukan satu cara yang dapat menyakiti dan membuat Anda tidak berdaya, ia akan melakukan hal tersebut secara berulang sebagai kompensasi dari perasaan takut yang selama ini tercipta dalam pertengkaran.

Saya asumsikan permasalahan seperti ini tidak hanya terjadi dalam hubungan seks, tetapi juga dalam permasalahan lainnya, meskipun bentuknya tidak selalu menyasar bagian vital Anda. Permasalahan seperti ini, jika didiamkan, memiliki potensi untuk berkembang menjadi kekerasan yang bisa membahayakan. Sebaiknya konsultasikan ke psikolog perkawinan dan keluarga agar permasalahannya bisa dilihat secara komprehensif.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/(hrn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit