detikhealth

Deteksi Dini Penyakit Kronis Kini Bisa Lewat Aplikasi Android

Yakub Mulyono - detikHealth
Kamis, 02/02/2017 07:33 WIB
Deteksi Dini Penyakit Kronis Kini Bisa Lewat Aplikasi AndroidKepala BPJS kesehatan cabang Jember, Tanya Rahayu (Foto: Yakub Mulyono/detikcom)
Jember, Untuk mendeteksi penyakit kronis berbahaya secara dini, saat ini masyarakat bisa menggunakan aplikasi handphone berbasis Android. Pasalnya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan resmi meluncurkan fitur layanan skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile.

Hal ini juga disosialisasikan oleh BPJS Kesehatan Cabang Jember di aula BPJS Kesehatan setempat. Aplikasi berbasis Android ini bisa didownload di Playstore.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember, Tanya Rahayu menjelaskan, aplikasi ini ditujukan untuk mendeteksi dini empat penyakit kronis yang bisa mengakibatkan komplikasi.

"Di antaranya yaitu penyakit diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik, dan jantung koroner. Gejala beberapa penyakit kronis ini sering diabaikan masyarakat Indonesia," kata Tanya menyampaikan rilis kepada sejumlah media, Rabu (1/2/2017).

Menurut Tanya, pada fase awal, umumnya seseorang tidak merasa terganggu oleh gejala yang ditimbulkan. Kebanyakan masyarakat baru sadar mereka mengidap penyakit tersebut ketika sudah mencapai fase lanjut.

Oleh karenanya, dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola risiko penyakit-penyakit kronis tersebut sejak dini, BPJS Kesehatan pun meluncurkan layanan mobile skrining.

"Jika sebelumnya peserta JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat) hanya dapat melakukan skrining riwayat kesehatan secara manual di Kantor BPJS Kesehatan, sekarang peserta bisa melihat potensi risiko kesehatannya cukup dengan melakukan skrining yang bisa diakses via handphone," terang Tanya.

Ia menyebutkan, peserta dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store. Kemudian melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan. Setelah terdaftar dan mengklik tombol Log In, peserta dapat memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan.

"Kemudian, peserta akan diminta mengisi 47 pertanyaan yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta," paparnya.

Baca juga: Aplikasi Ini Bisa Bantu Ibu Hamil Dapat Tempat Duduk di Kereta

Apabila semua pertanyaan tersebut telah dijawab, maka peserta akan memperoleh hasil skrining riwayat kesehatan pada saat itu pula. Jika peserta memiliki risiko rendah, maka mereka akan disarankan untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan latihan fisik rutin minimal 30 menit setiap hari.

"Namun apabila dari hasil skrining, peserta terdeteksi memiliki potensi sedang atau tinggi diabetes melitus, maka peserta akan memperoleh nomor legalisasi atau nomor skrining sekunder dan akan diarahkan untuk mengunjungi FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) tempatnya terdaftar," katanya.

Dengan diluncurkannya fitur skrining riwayat kesehatan pada aplikasi BPJS Kesehatan Mobile, pihaknya berharap peserta JKN-KIS dapat lebih aware untuk melakukan pemeriksaan riwayat kesehatannya.

"Semakin dini peserta mengetahui risiko kesehatannya, semakin cepat upaya pengelolaan risiko itu dilakukan. Sehingga jumlah penderita penyakit kronis dapat menurun. Efek jangka panjangnya adalah menurunnya pembiayaan keempat penyakit kronis tersebut. Sehingga program JKN-KIS dapat terus berjalan memberikan manfaat kepada para peserta yang membutuhkan," tuturnya.

Tanya menambahkan, pihaknya menargetkan peningkatan sebesar 20 persen peserta BPJS Kesehatan yang melakukan skrining riwayat kesehatan pada tahun 2017 ini. Bagi peserta BPJS Kesehatan yang tidak memiliki HP Android, maka bisa cek manual di kantor Cabang BPJS Kesehatan.

"Sementara untuk target kepesertaan BPJS kami targetkan meningkat 10 persen pada tahun 2017. Sampai akhirnya universal coverage pada tahun 2019 mendatang," pungkasnya.

Baca juga: Di Puskesmas Ini, Sesama Pasien Penyakit Kronis Bisa Saling Menginspirasi (up/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit