detikhealth

Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/

Menyikapi Istri yang Tampak Terpaksa Melayani Suami

Suherni Sulaeman - detikHealth
Senin, 06/02/2017 16:19 WIB
Menyikapi Istri yang Tampak Terpaksa Melayani SuamiFoto: thinkstock
Jakarta, Dear Mbak Wulan. Saya sudah beristri. Jadi begini, setiap saya berhubungan badan dengan istri, saya melihat sepertinya istri saya tak menikmati hubungan seksual kami. Sampai-sampai saya mempelajari bagaimana cara memuaskan istri dan mencari tahu zona-zona erotiknya.

Tapi ini tak berarti apa-apa. Bahkan dia mengatakan mau melakukan hubungan badan hanya karena dia ingin patuh pada saya. Memang pernikahan tak semata-mata hanya persoalan seks, tapi saya sedih, seperti tak dihargai. Apa yang harus saya lakukan Mbak? Terimakasih.

Tn. F (Pria, 29 tahun)

Jawaban

Dear Pak F,

Saling memuaskan pasangan memang merupakan tanggung jawab bersama dalam hubungan seks. Karena ada dua orang yang dibutuhkan untuk melakukan hubungan seks, yang perlu digarisbahwahi adalah berarti ada dua orang yang bisa memiliki pandangan yang berbeda mengenai bagaimana cara untuk memenuhi tanggung jawabnya tersebut. Adanya perbedaan ini yang perlu dikenali atau disadari terlebih dahulu, sehingga meminimalisir kesalahpahaman dalam mempersepsikan respons pasangan.

Berdasarkan cerita bapak, pertanyaan yang ingin saya ajukan adalah apa yang mendasari bapak untuk mempelajari bagaimana memuaskan pasangan. Hanya ingin memuaskan pasangan atau ada ego laki-laki yang terlibat di dalamnya di mana ketika Bapak tidak bisa memuaskan pasangan, maka Anda tidak merasa 'cukup laki-laki', yang akhirnya yang muncul adalah perasaan tidak diapresiasi? keduanya sah-sah saja kok. Kadangkala kebutuhan tersebut tidak terpisahkan satu sama lain. Hanya saja pendekatannya tentu akan berbeda dalam menyelesaikan permasalahan ini.


Jika fokusnya adalah untuk memuaskan pasangan, sebaiknya cari tahu apa yang memang bisa membuat pasangan merasa terpuaskan. Seks itu sangat luas sekali bentuknya, mulai dari sentuhan ringan sampai dengan penetrasi. Ada perempuan yang membutuhkan waktu yang lama untuk bisa terstimulasi dengan zona erotiknya, sehingga pada satu waktu sebaiknya tidak terlalu sering merangsang area yang berbeda. Ada juga perempuan yang justru lebih menikmati pelukan dan ciuman ringan, sehingga sentuhan pada zona erotis bisa jadi membuat overstimulasi yang membuat ia tidak nyaman, dsb. Kenali kebutuhan pasangan Anda, kalau tujuan Anda adalah memuaskan pasangan.

Terkait dengan perasaan tidak dihargai, memang perasaan ini kerap muncul saat pasangan tidak bisa mendapatkan kenikmatan seksual, apalagi saat sang suami sudah merasa berusaha. Padahal, tidak menikmati tidak sama dengan tidak menghargai. Cara Anda menghargai pasangan adalah dengan mencari tahu zona erotiknya. Bisa saja cara istri menghargai Anda adalah dengan tetap melakukan hubungan suami istri dengan Anda, karena ia mengetahui itu adalah hal yang Anda butuhkan, meskipun bisa jadi istri punya kebutuhan yang berbeda.

Saya setuju sekali dengan pernyataan bapak bahwa perkawinan tidak semata-mata hanya persoalan seks. Jadi, bagaimana kalau mulai saat ini Anda juga belajar untuk melihat cara pasangan mengapresiasi Anda dari hal lain selain seks? Saling cari tahu dan komunikasikan kepada pasangan. Selamat saling mengapresiasi.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
https://pranikah.org/(hrn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit
 
Must Read close