detikhealth
Konsultasi Psikologi Seks dan Perkawinan
Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi

Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/
Artikel 18+

10 Tahun Menikah Tapi Hubungan Seks Terasa Hambar

Suherni Sulaeman - detikHealth
Selasa, 07/02/2017 17:18 WIB
10 Tahun Menikah Tapi Hubungan Seks Terasa HambarFoto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Mbak Wulan, saya dan istri sudah menikah 10 tahun tapi hubungan suami istri terasa hambar karena hanya saya yang proaktif mengajak sedangkan istri tidak. Ada hal ketidakpuasan batin di mana seharusnya kita bisa saling luapkan perasaan dan keromantisan saat seks suami istri.

Hal ini yang saya rasa hilang. Diskusi sudah dilakukan tetap nihil. Kadang terpikir apa perlu ada dorongan lewat obat perangsang buat istri, lalu apa ini bisa dilakukan? Jika boleh obat yang aman apa ya Mbak? Atau ada saran lainnya? Terimakasih Mbak.

S (Pria, 37 tahun)

Jawaban

Dear Pak S,

Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan hubungan seksual terasa hambar. Salah satunya, Anda dan pasangan punya pandangan yang berbeda mengenai cara untuk mengungkapkan perasaan dan keromantisan. Bagi Anda, seks adalah salah satu cara, bisa jadi menurut pasangan ada cara lain untuk mengungkapkannya. Perbedaan yang tidak dikenali dan disadari memang bisa jadi salah satu penyebab ketidakbahagiaan dalam hubungan perkawinan.

Hal yang bisa dilakukan di awal adalah mengenali, apakah ada hal-hal lain yang biasa dilakukan untuk saling mengungkapkan perasaan dan keromantisan bersama pasangan selain seks? Kalau saat ini dijawab tidak ada, coba cari lagi. Hubungan Anda tidak begitu saja bisa bertahan 10 tahun tanpa alasan, bukan?

Berdasarkan pengalaman saya dalam menangani kasus seperti ini, biasanya masalah tidak hanya terletak pada masalah seks, tetapi juga adanya keinginan untuk merasa 'diinginkan' oleh pasangannya. Jika ini yang Anda inginkan, tidak jarang juga lho, ada istri yang melayani suami karena kewajiban, bukan karena luapan perasaan dan keromantisan. Jika solusi yang dilakukan hanya memberikan obat perangsang, yang Anda dapatkan hanyalah seks semata yang belum tentu melibatkan perasaan atau keromantisan. Apakah ini yang Anda inginkan?

Perbedaan kebutuhan/dorongan seksual juga bisa jadi salah satu penyebab, misalnya salah satu pasangan memang memiliki libido lebih rendah dibandingkan yang lainnya. Biasanya perbedaan kebutuhan ini sudah terlihat di awal perkawinan, yang salah satunya bisa dilihat dari frekuensi/keinginan untuk berhubungan seks yang rendah. Misalnya, hanya satu atau dua kali dalam seminggu, atau melayani hanya karena kewajiban saja, dsb.

Namun, jika perubahan ini terjadi setelah ada peristiwa yang cukup signifikan, (misal: sehabis melahirkan, kehilangan pekerjaan, penambahan beban/tanggung jawab, dsb), ada kemungkinan permasalahannya bersifat psikis. Jika ini yang terjadi, sebaiknya konsultasikan langsung dengan seksolog atau psikolog klinis dewasa untuk melihat permasalahan secara komprehensif.

Wulan Ayu Ramadhani, M. Psi
Psikolog Perkawinan dan Keluarga di Klinik Rumah Hati
Jl. Muhasyim VII no. 41, Cilandak, Jakarta Selatan
Twitter: @wulanayur dan @twitpranikah
http://pranikah.org/(hrn/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit