Robert Koch: Penemu Bakteri TBC

Doctor's Life

Pengalaman Buta Mendadak dan Motivasi Prof Zubairi Tekuni Fotografi

Firdaus Anwar - detikHealth
Kamis, 23/02/2017 10:09 WIB
Pengalaman Buta Mendadak dan Motivasi Prof Zubairi Tekuni FotografiFoto: firdaus
Jakarta, Di tengah kesibukan melakukan riset dan pelayanan kesehatan Profesor dr Zubairi Djoerban, SpPD, KHOM, FINASIM, selalu menyempatkan waktu untuk menyalurkan hobinya yaitu fotografi. Selama sekitar delapan tahun Prof Zubairi menekuni bidang tersebut, ia kini telah menerbitkan buku dan bahkan pameran berisi koleksi foto-fotonya sendiri.

Ketika ditanya sudah berapa foto yang dipamerkannya, Prof Zubairi menjawab sederhana, "Baru sekitar 60 foto."

Kecintaan Prof Zubairi terhadap fotografi bermula ketika cucu pertamanya lahir di tahun 2009. Saat itu Prof Zubairi punya ide ingin membuat sebuah rangkaian foto berjenjang yang mendokumentasikan dari awal kelahiran sang cucu ke dunia hingga nanti ia dewasa.

"Tapi kemudian anakku bilang 'eit jangan salah, enggak boleh pake flash'. Sejak itu aku jadi mulai cari di internet terkait kamera yang low light tapi enggak begitu mahal," kata Prof Zubairi ketika ditemui pada pembukaan pameran fotonya di gedung IMERI, Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (22/2/2017).

Kecintaan Prof Zubairi terhadap fotografi lalu semakin kuat ketika ia mengalami insiden. Tiba-tiba saja fungsi penglihatan sebelah matanya hilang. Beruntung berkat penanganan yang cepat oleh rekan dokter lain penglihatan Prof Zubairi bisa kembali pulih.

"Saya mensyukuri nikmat karena saya pernah buta mendadak. Saya ingin berbagi. Paling enggak buat yang motret foto itu menarik dan rasanya ingin disampaikan," ungkap dokter yang sehari-hari praktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) ini.

Pengalaman Buta Mendadak dan Motivasi Prof Zubairi Tekuni FotografiFoto: firdaus


Baca juga: dr Elisna SpP dan Caranya Mengedukasi Pasien Lewat Banyolan

Prof Zubairi mengaku biasanya ia menyempatkan waktu mengambil foto ketika bepergian. Sebagai dokter dirinya rutin pergi ke daerah tertentu untuk melakukan bakti sosial dan saat itu juga ia mencari objek-objek menarik untuk difoto.

Beberapa foto yang kemudian dinilai menarik dibuatkan pameran khusus untuk dijual. Hasil penjualan lalu oleh Prof Zubairi ada yang didonasikan untuk para pasien dengan AIDS (Acquired Imuno Deficiency Syndrome) atau kanker.

Baca juga: Idap ADHD Sejak Kecil, dr Dharmawan Kini Jadi Psikiater(fds/up)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit