Robert Koch: Penemu Bakteri TBC

Penjelasan Psikologi di Balik Karya Seni Berbau Kanibalisme

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 01/03/2017 14:01 WIB
Penjelasan Psikologi di Balik Karya Seni Berbau KanibalismeFoto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta, Baru-baru ini, dunia maya dihebohkan dengan gelaran seni seniman Natasha Gabriella Tontey yang membuat konsep makan mayit. Makan mayit ini merupakan perjamuan makan malam yang menyajikan camilan berbentuk janin, potongan-potongan boneka bayi, dan sajian horor lain.

Diberitakan detikHot, Tontey memang sengaja mengusung tema kanibalisme dalam karyanya ini. Nah, berbicara soal hal-hal berbau kanibalisme yang diwujudkan dalam bentuk karya seni, psikolog klinis dewasa dari Tiga Generasi, Sri Juwita Kusumawardhani MPsi., Psikolog, setiap manusia memiliki sisi agresi.

Hanya saja, setiap orang memiliki cara berbeda dalam menunjukkannya. Misalnya, ada orang yang menyalurkannya dengan olahraga dan ada yang bahkan menjadi atlet, misalnya tinju.

"Nah kali ini, sisi agresi ini dimunculkan dalam bentuk seni makanan. Jadi bukannya akan lebih sadis atau kejam, tapi ia menyalurkan sisi agresinya dalam bentuk seperti itu," tutur wanita yang akrab disapa Wita ini saat berbincang dengan detikHealth.

Baca juga: Ini yang Terjadi pada Tubuh Ketika Stres

Wanita yang juga praktik di Lembaga Psikologi Terapan UI ini menambahkan, kata-kata memiliki dampak yang kuat kepada persepsi seseorang. Contohnya, ketika seseorang diminta untuk dinterogasi dan diinterview, maka perasaan yang muncul akan berbeda.

Sebab, interogasi lebih negatif, sedangkan interview lebih bersifat netral. Nah, menurut Wita ketika ada 'Perjamuan Makan Mayit' tentunya itu akan dianggap negatif misalnya gila, psikopat, dan tidak mendidik oleh kebanyakan orang, karena mayat bukanlah hal yang lumrah untuk dimakan.

"Hal ini akan berbeda jika judulnya 'Makan dengan Boneka sebagai Wadahnya' atau 'Cemilan Berbentuk Bayi'. Kalau seperti itu mungkin yang muncul lebih ke aneh ya, tapi tidak akan dikecam oleh banyak orang," pungkas Wita.

Baca juga: Agar Tak Stres, Saat Libur Pekerja di Prancis Boleh Hindari Email Pekerjaan

(rdn/vit)


 

Konsultasi Kesehatan Kirim KonsultasiIndeks



Kalkulator Sehat indeks »
Database Dokter Obat Penyakit